Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Bersenjata jimat dan Sajam, Tiga Begal Asal Jember Didor

15 Juli 2019, 16: 51: 32 WIB | editor : Wijayanto

TEMUI AJAL: Tiga pelaku yang ditembak mati polisi.

TEMUI AJAL: Tiga pelaku yang ditembak mati polisi. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tiga begal asal Jember ditembak mati tim Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Mereka dikenal bengis dan sadis terhadap korbannya. Saat beraksi, mereka selalu mempersenjatai diri dengan senjata tajam (sajam) dan membawa jimat.

NEKAT: Polisi menunjukkan barang bukti dan foto tiga tersangka kasus curanmor yang ditindak tegas saat gelar kasus di Mapolrestabes Surabaya.

NEKAT: Polisi menunjukkan barang bukti dan foto tiga tersangka kasus curanmor yang ditindak tegas saat gelar kasus di Mapolrestabes Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Sebelum tewas diborondong peluru polisi, para pelaku sempat mengancam korbannya dengan pisau penghabisan. Tiga pelaku begal yang ditembak mati masing-masing Susanto Efendi,37, Sofyan,27, dan Idris Efendi,24.

Para pelaku asal Jember ini ditembak mati polisi lantaran mencoba melawan saat hendak digerebek di mobil saat beraksi, pada Sabtu (13/7). Tindakan tegas itu dilakukan ketika mereka beraksi di Jalan Jojoran 1/35, Surabaya.

“Saat kami hentikan, mereka tak menyerah. Justru ketiganya keluar dengan memegang senjata berupa celurit dan pisau penghabisan,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran.

Menurut Sudamiran, kelompok ini memang terkenal nekat dan sadis. Sebab mereka tak segan melukai korbannya jika mencoba berteriak, mengejar bahkan melawan. Hal itu terbukti dari barang bukti yang diamankan.

Sejumlah senjata tajam dari berbagai jenis diperoleh dari mobil mereka. Tak hanya rangkain kunci T lengkap dengan anak kunci juga sudah dipersiapkan.

“Bahkan kami menemukan ada gagang sikat gigit yang dimodifikasi untuk membuka magnet pada kunci pengaman sepeda motor,” terangnya.

Tak hanya sajam dan alat-alat untuk melakukan curanmor, dari salah satu pelaku, polisi juga mengamankan jimat. Jimat tersebut diletakkan di jahitan di belakang ikat pinggang. Isinya satu lembar uang dua ribuan yang sudah dilinting dengan rambut dan tembakau yang beranoma wangi.

Mantan Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya ini mengatakan komplotan yang diotaki oleh Sofyan tersebut teridentifikasi dari nopol mobil yang digunakan para pelaku. Yakni Toyota Calya bernopol N 1034 RV.

Namun untuk mengelabuhi polisi, mereka memplester nopol tersebut dengan lakban warna hitam. Sehingga dari jauh, nopol mobil tersebut seperti N 034 IV. “Kami sudah buntuti sejak beberapa minggu lalu,” paparnya.

Berdasarkan catatan polisi, terhitung mereka sudah beraksi di 13 lokasi di Surabaya. Yakni di kos-kosan di Jalan Jojoran 3, Jalan Menur, Jalan Darmawangsa, Jalan Mojo Kidul 4, Surabaya.

“Mereka memang kerap beraksi disana, khususnya motor milik penghuni kos-kosan,” pungkas Mantan Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim itu

Sementara itu, salah satu korban curanmor,  Ainun Nufus nyaris menjadi korban kekerasan para bandit. Pria yang tinggal di kos-kosannya di Jalan Jojoran gang 1 No 35 itu menyebutkan pelaku hendak melukainya saat ia kedapatan memergoki salah satu pelaku yang ingin mencuri motornya. “Saya ditodong celurit oleh salah satu pelaku. Ia meminta saya untuk diam jika tidak leher saya akan digorok,” ujarnya.

Ia mengaku melihat sendiri bagaimana Susanto dan Idris Efendi, pelaku lain, membawa dua motor dari kos-kosannya. Satu unit motor Yamaha Lexi warna merah merupakan miliknya.

Satu motor yang lain, yakni Honda Vario warna putih merupakan milik Muh Rafli As Sidik, teman kosnya. “Motor saya tak berhasil dinyalakan. Sehingga ditinggal di depan,” terangnya. (yua)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia