Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo
Ditemukan Warga Saat Kerja Bakti

12 Hari Tak Keluar Rumah, Warga Taman Tewas Membusuk di Sumur

15 Juli 2019, 07: 07: 07 WIB | editor : Wijayanto

TEWAS: Petugas mengevakuasi korban dari dasar sumur.

TEWAS: Petugas mengevakuasi korban dari dasar sumur. (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO - Moch Sumargo, 57, warga Jalan Kamboja RT 05/RW 02, Kecamatan Taman, ditemukan tewas membusuk di dalam sumur rumahnya, Minggu (14/7) pagi. Korban pertama kali diketahui warga setempat yang saat itu sedang melaksanakan kerja bakti kampung.

Kapolsek Taman Kompol Samirin menceritakan, kecurigaan warga bermula saat semua warga setempat sedang keluar kerja bakti, namun korban tidak tampak. Pintu rumahnya juga dalam kondisi tertutup. "Kata warga, sudah 12 hari, korban tidak kelihatan di luar rumah," ujar Samirin.

Kemudian, salah satu warga mencoba  masuk ke rumah korban. Saat di dalam rumah, ruang tamu dan kamar korban tampak kosong. 

BANTU: Petugas Basarnas ikut diterjunkan untuk membantu evakuasi korban dari dasar sumur.

BANTU: Petugas Basarnas ikut diterjunkan untuk membantu evakuasi korban dari dasar sumur. (ISTIMEWA)

Rasa penasaran warga semakin bertambah setelah mencium aroma tak sedap dari belakang rumah. Warga pun menelusuri sumber bau itu.

Warga terkejut lantaran melihat korban sudah membusuk di dasar sumurnya. Diduga korban sudah tewas dalam waktu lama. Karena sumur itu sudah dipenuhi belatung.

Melihat kejadian itu, warga langsung menghubungi polisi. Tak lama berselang, polisi tiba di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan evakuasi korban. "Proses evakuasi juga dibantu anggota Basarnas untuk menjangkau dasar sumur," kata Samirin.

Dia menambahkan, dari keterangan warga, korban tinggal di rumah itu sedirian. Anak dan istrinya tinggal di Desa Ngelom, Kecamatan Taman, sejak tahun 2001 lalu. Korban makan sehari-hari dari kiriman tetangga. 

Atas kematian korban, polisi sudah menghubungi pihak keluarga. Setelah visum, jenazah langsung dikembalikan ke keluarga untuk dimakamkan. "Tidak ada tanda-tanda kekerasan," imbuh Samirin.(son/jay)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia