Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Menggali Potensi Kampung lewat Lomba Surabaya Smart City

13 Juli 2019, 13: 44: 11 WIB | editor : Wijayanto

KUNJUNGAN: Perwakilan Kementerian Kuala Lumpur, Malaysia kunjungi kampung lawas Maspati sebagai kampung percontohan kampung wisata di Surabaya, Jumat

KUNJUNGAN: Perwakilan Kementerian Kuala Lumpur, Malaysia kunjungi kampung lawas Maspati sebagai kampung percontohan kampung wisata di Surabaya, Jumat (12/7). (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kota Surabaya semakin menarik bagi wisatawan asing. Kali ini dari Kementerian Malaysia yang siap-siap melakukan study tour di kampung lawas Maspati. 

Jumat (12/7), perwakilan kementerian Negeri Jiran itu sudah melakukan survey. Meskipun hanya survey, namun tim Kementerian Malaysia itu mengapresiasi kebersihan dan keasrian kampung Maspati. Rencananya, setelah melakukan survey tersebut Kementerian Malaysia akan segera mengungjungi Kota Pahlawan.

Deputi Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kerajaan Tempatan, Kuala Lumpur, Malaysia Mary Wong Lai Lin mengaku kagum dengan kearifan lokal kampung yang menurutnya masih terjaga tersebut. “Saya lihat kampung di sini tertata rapi. Kemudian juga sangat bersih dan tidak terlihat kumuh seperti perkampungan pada umunya yang saya bayangkan,” kata Mary, Jumat sore (12/7). Nantinya setelah melakukan survey, Mary akan memboyang menteri-menteri lainnya dari Kuala Lumpur untuk berkunjung ke kampung tersebut. 

Sekretaris Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Ipong Wisnoewardono mengatakan, kampung-kampung di Surabaya nantinya akan memiliki ciri khas masing-masing yang dijadikan jujukan wisatawan asing dari berbagai negara. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, melalui lomba Surabaya Smart City (SSC) Pemkot Surabaya memberikan stimulan agar tiap kampung bisa mengembangkan lebih luas lagi potensinya. SSC sendiri memiliki fokus yang lebih kompleks, dengan cita-cita besar menjadikan kampung-kampung Surabaya jadi destinasi wisata. 

 “Tujuan kami tidak hanya kebersihan, seperti lomba-lomba sebelumnya. Karena itu, saya berharap para lurah nanti bisa membuat kampung yang berpotensi jadi kampung wisata. Baik dari segi kebersihan, produk unggulan, kampung aman, dan lain-lain. Jadi, tiap kampung bisa mengeluarkan potensinya sendiri-sendiri,” jelas Ipong.

Menurutnya, perwujudan Surabaya sebagai smart city, hanya bisa dilakukan bila kampung-kampungnya turut bergerak. Pasalnya, Surabaya telah dipenuhi hotel, mall, dan apartemen. Namun, ia berpesan, jangan sampai hadirnya modernisasi menghilangkan kampung. “Jangan sampai dengan berdirinya itu, kampung-kampung hilang dan kumuh. Kami berharap bisa mewujudkan impian Bu Wali,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Motivator Lingkungan Sub Bagian Pemberdayaan Masyarakat DKRTH Adi Candra menjelaskan, ada beberapa tujuan yang ingin diraih melalui kompetisi SSC tersebut. Di antaranya adalah mewujudkan smart environment yang meliputi smart energy, smart water, air dan land management, serta smart waste management. “Kami juga ingin mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengolah sampah, mengurai sampah plastik, penghijauan, gotong royong, serta mengubah kebiasaan masyarakat jadi lebih peduli lingkungan,” jelas Adi.

Ada 154 kelurahan yang akan menjadi peserta SSC. Semuanya akan dinilai melalui beberapa kategori, yakni kebersihan lingkungan dan pemilahan sampah, pencapaian target reduksi sampah (before-after), penghijauan, drainase dan sanitasi, partisipasi warga, habit, tim pendamping lingkungan, inovasi, circular economy, pemanfaatan energi dari renewable resource,e juga pemanfaatan lahan untuk urban farming.

Selain itu, Adi mengingatkan kembali bagi setiap kampung yang iku lomba SSC untuk segera mendaftar yang berlangsung pada 3 hingga 17 Juli 2019. Dengan persyaratan untuk melengkapi foto kampung sebelum perenovasian, formulir, juga dilengkapi dengan profil kampungnya. “Jadi kami harap setiap kampung segera mendaftar, karena pendaftarannya kami perpanjang sampai 17 Juli 2019. Total ada 15 hadiah yang diperebutkan, dengan hadiah tertinggi Juara I Surabaya Smart City sebesar Rp 50 juta,” pungkasnya. (gin/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia