Kamis, 19 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Layani CJH, AHES Siapkan 1,5 Kuintal Beras untuk Tiap Kloter

13 Juli 2019, 13: 41: 20 WIB | editor : Wijayanto

SIBUK: Suasana dapur di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) yang nampak sibuk, untuk menyiapkan aneka makanan yang akan disajikan kepada para Jamaah

SIBUK: Suasana dapur di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) yang nampak sibuk, untuk menyiapkan aneka makanan yang akan disajikan kepada para Jamaah Calon Haji (JCH). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Selama Musim Haji 2019, di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), setiap hari selalu didatangi oleh para Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Surabaya yang akan berangkat menunaikan ibadah haji. Selama 24 jam JCH berada di AHES sebelum keberangkatan ke tanah suci.

Selama tinggal di asrama sekitar 37.825 JCH mendapatkan jatah makan sebanyak 3 kali sehari secara terjadwal yang disesuaikan dengan jadwal keberangkatan ke tanah suci. Asupan makanan tersebut benar-benar dijaga kelayakannnya.

Menurut kepala dapur AHES Siti Syamsiah, setiap harinya bersama pekerja dapur lainnya, ia rutin menyiapkan sajian untuk para tamu Allah. Per harinya masak 1,5 kuintal beras, dagingnya 30 kilogram dan sayurnya sekitar 40 kilogram untuk satu kloter yang totalnya sekitar 445 JCH.

Selama musim haji ini para pekerja dapur tersebut tinggal di asrama haji. Tujuannya untuk mengantisipasi kedatangan JCH di asrama. “Kalau mulai masak jam 6 pagi sampai jam 1 atau 4 pagi di hari berikutnya. Lalu jam 11 malam sampai jam 4 pagi. Setiap sekali masak,” terangnya.

Demi memastikan kesehatan masakan yang dihidangkan untuk JCH, petugas kesehatan juga memeriksa menu yang akan disajikan tersebut. “Mereka (petugas kesehatan, Red) memeriksa semuanya. Mulai dari air, rasa, bau makanan, sanitasi, hingga penerangan dapur juga diperiksa. Nanti juga diberi penilaian yang bisa dijadikan masukan, karena ketika akan disajikan akan diperiksa dulu. Nanti yang kurang apa, akan ditulis di buku pesan-pesannya,” ungkap Siti yang sudah bekerja selama 25 musim haji tersebut.

Selain itu, setelah selesai memasak, petugas akan membersihakn dapur dengan mengepel dan mencuci peralatan.  “Setiap hari setelah masak ada petugas untuk membersihkan dapur. Semuanya dipel sampai steril,” imbuhnya.

Untuk mempersiapkan konsumsi bagi JCH, ada sekitar 60 petugas yang berada di dapur setiap harinya. Dari pantauan Radar Surabaya, di dapur para pekerja sudah menggunakan peralatan lengkap. Mulai dari sarung tangan, kemudian penutup kepala hingga masker. Peralatan ini menjadi makanan yang dimasak steril.  

“Untuk dapur ada standar operasional prosedurnya. Bagi pekerja dapur harus menggunakan sepatu, sarung tangan, celemek. Rambutnya juga ditutup, masker, semua serba steril. Ada 40-an yang memasak, dan sisanya petugas kebersihan dan tim sterilisasi. Semua harus siap untuk membuat masakan untuk calon jamaah haji,” pungkasnya. (rmt/opi)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia