Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Pengelolaan Limbah B3 Medis Amburadul

Seluruh Puskesmas di Gresik Tak Punya TPS Limbah B3 Medis

13 Juli 2019, 12: 31: 07 WIB | editor : Wijayanto

LIMBAH B3: Seluruh Puskesmas di Kabupaten Gresik dipastikan belum memiliki TPS Limbah B3.

LIMBAH B3: Seluruh Puskesmas di Kabupaten Gresik dipastikan belum memiliki TPS Limbah B3. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kabupaten Gresik ternyata tidak memiliki Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah bahan beracun berbahaya (B3).

Hingga kini belum ada satupun Puskesmas yang mengantongi izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kepala DLH Kabupaten Gresik M Najikh membenarkan hal tersebut. Menurut dia, memang belum ada Puskesmas yang memiliki izin UKL-UPL. “Iya memang sampai saat ini belum ada yang memiliki izin UKL-UPL untuk TPS limbah B3,” ujarnya.

Sesuai dengan ketentuan seluruh instansi baik pemerintah maupun swasta yang memiliki sisa kegiatan berupa limbah B3 harus mengajukan izin untuk tempat penyimpanan sementara. Sebelum limbah tersebut diambil oleh pihak ketiga. “Iya semuanya wajib harus memiliki tempat penyimpanan sementara,” ungkap dia.

Setelah dilakukan koordinasi, saat ini sejumlah Puskesmas sudah mulai mengurus dokumen pengajuan izin UKL-UPL. Ini merupakan progres yang baik dalam pengelolaan limbah B3 di Kabupaten Gresik. “Sudah ada sejumlah Puskesmas yang mengajukan berkas izin UKL-UPL TPS limbah B3,” terangnya.

Namun, khusus untuk Pulau Bawean pihaknya mengaku cukup dilema. Sebab, lokasinya yang memang membuat pengelolaan limbah B3 menjadi sangat sulit. “Iya memang untuk Bawean ini yang kami pikirkan. Kalau harus dibawa ke Gresik jelas memakan waktu dan biaya besar,” kata dia.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gresik Asroin Widyana juga menyayangkan kondisi ini. Pihaknya bakal membahas persoalan ini di rapat Badan Anggaran (Banggar) dan rapat internal Komisi III. “Nanti akan kami bahas dan kami tahu penyebabnya apa,” ungkapnya, kemarin.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik Endang Puspitowati belum bisa memberikan keterangan. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan meminta awak media untuk menanyakan kepada Plt Sekertaris Dinkes Mukhibatul Khusnah. Namun, hingga berita ini diturunkan Plt Sekertaris Dinkes juga belum bisa dihubungi wartawan. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia