Selasa, 20 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Dampak Buruk Plastik Bisa Sebabkan Diabetes Melitus

13 Juli 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

peneliti Universitas Airlangga (Unair), Prof Win Darmanto

peneliti Universitas Airlangga (Unair), Prof Win Darmanto (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

Share this      

SURABAYA - Penggunaan sampah plastik bisa berisiko terhadap kesehatan tubuh, seperti penggunaan plastik untuk pembungkus makanan dan minuman. Menurut peneliti Universitas Airlangga (Unair), Prof Win Darmanto, 2-methoxyethanol (plasticizer) yang terkandung dalam plastik mampu meningkatkan angka risiko terhadap diabetes melitus. Hal itu dapat mengakibatkan terganggunya proses produksi insulin yang terjadi dalam tubuh. “Plasticizer mengakibatkan terganggunya produksi hormon insulin, apabila produksi insulin terganggu akan mengakibatkan rusaknya pancreas, pada akhirnya akan mengakibatkan diabetes melitus, “katanya kepada Radar Surabaya, Jumat (12/7).

            Plasticizer merupakan bahan tambahan atau aditif yang dapat meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan dari suatu material. Jika plasticizer masuk dalam tubuh, maka akan terurai menjadi metoksi acetik acid yang dapat mengakibatkan cacat. “Uraian dari plasik akan berubah menjadi mikroplastik dengan struktur plastik yang sudah terpecah, tidak terlihat oleh mata dan larut dalam air,” imbuhnya.

Semua bahan yang mengandung plasticizer, mempunyai kadar yang berbeda antar satu sama lain. Banyak upaya yang dapat dilakukan guna menekan tingginya pemakaian plastik yang memberikan dampak negatif bagi lingkungan. “Untuk itu masyarakat bisa mendaur ulang dan membakar limbah plastik dengan tekanan yang tinggi. Hasil dari pembakaran dengan tekanan yang tinggi akan menghasilkan kadar karbon yang rendah dan dapat juga digunakan sebagai sumber energy,” ungkap Guru Besar Sains dan Teknologi Unair tersebut.

Selain upaya tersebut, salah satu cara mengurangi angka diabetes melitus yaitu dapat menggunakan beberapa jenis jamur tertentu dengan kadar yang harus diawasi. Jenis jamur yang paling cocok digunakan untuk mencegah dan mengurangi dampak diabetes melitus adalah jenis jamur kayu (ganoderma). Hasil dari penelitian ini selain dapat menekan angka diabetes melitus, juga dapat membantu menekan angka kelahiran bayi dengan kondisi normal. 2-methoxyethanol telah diuji coba pada tikus dan hasilnya dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan nitrat. Sehingga disarankan ibu hamil untuk mengurangi penggunaan bahan yang mengandung plastik, karena ibu hamil rentan terhadap penggunaan plastik, kerena akan berpengaruh terhadap janin,” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia