Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Mulai Agustus, Calon Pengantin Wajib Tes Urine

12 Juli 2019, 14: 58: 01 WIB | editor : Wijayanto

HARUS BEBAS NARKOBA: Pasangan calon pengantin di KUA Sidoarjo, beberapa waktu lalu.

HARUS BEBAS NARKOBA: Pasangan calon pengantin di KUA Sidoarjo, beberapa waktu lalu. (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO – Mulai Agustus ini, pasangan calon pengantin di Jawa Timur wajib melakukan tes urine terlebih dulu sebagai syarat kelengkapan dokumen pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Langkah ini ditempuh dilatarbelakangi bahwa penyalahguna narkoba di Jawa Timur sudah semakin banyak. Dari hasil survey yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pusat Penelitian, Data dan Informasi (Puslitdatin) Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di Jawa Timur dari lingkungan pelajar, diperoleh angka prevalensi sebesar 7,5 persen dari 4.638.297 siswa. Atau, sebanyak 347.872 siswa diduga sebagai penyalahguna narkoba.

Sementara itu di lingkungan pekerja diperoleh angka prevalensi 2,80 persen dari 21.300.423 orang, atau diduga ada 596.419 penyalahguna narkoba. Mirisnya, temuan tersebut didominasi usia produktif dan berada di rentang usia rata-rata pernikahan.

Apalagi, jumlah pernikahan di Jawa Timur tergolong tinggi. Data dari Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Jawa Timur mencatat hingga bulan November 2019, ada 294.573 jiwa yang menikah. Karena itu, BNN Provinsi dan Kemenag Kanwil Jawa Timur menegaskan perlunya tes urine bagi pasangan yang akan menikah.

“Karena pasangan yang baru menikah inilah yang kelak mempunyai keturunan sebagai penerus bangsa. Sehingga kesadaran orang tua harus dibangun sejak dini melalui tes urine narkotika sebelum menikah,” jelas kepala BNNP Jatim, Bambang Priyambadha, Jumat (12/7).

Pasangan yang kedapatan positif saat dites urine bukan berarti tidak diperbolehkan menikah. Calon pengantin tetap melangsungkan proses pernikahan, namun harus menjalani wajib lapor ke BNNP atau BNN Kota/Kabupaten dan Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Puskesmas se-Provinsi Jawa Timur. Hal ini dilakukan untuk merehabilitasi yang bersangkutan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Sesuai tema ‘Millenial Sehat Tanpa Narkoba menuju Indonesia Emas’ pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) pada 26 Juni lalu, generasi emas tersebut dipersiapkan sejak pernikahan. “Supaya pernikahan itu sehat tanpa narkoba. Kita ingin kehidupan rumah tangga lebih sehat setelah direhabilitasi daripada menjadi lebih parah.” tuturnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Moch Amin Mahfud mengatakan, kemenag bersinergi dengan dengan dinas kesehatan, puskesmas, BNNP, dan BNN Kota/Kabupaten untuk mensosialisasikan program ini.

Program wajib tes urine bagi pasangan mempelai ini berlaku efektif mulai Agustus 2019 di seluruh Jawa Timur. “Hasil tes urine mutlak disertakan dalam dokumen pernikahan di KUA. Jika tidak ada, maka dokumen tidak bisa diproses lebih lanjut,” tandasnya. (rpp/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia