Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Hamil Muda, CJH Sumenep Gagal Berangkat Haji

11 Juli 2019, 00: 50: 50 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA - Salah seorang calon jamaah haji (CJH) asal Sumenep tertunda keberangkatan ke Tanah Suci karena hamil. Saat pemeriksaan akhir kesehatan di Hall Mina, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, perempuan 30 tahun berinisial HF itu dipastikan hamil dengan usia kandungan dua minggu.

Wakil Kepala Bidang Kesehatan Embarkasi Surabaya Acub Zaenal Amoe mengatakan, CJH Kloter 7 tersebut dirujuk ke dokter spesialis kandungan untuk di-USG. "Hasilnya, usia kehamilan HF dua pekan," katanya.

Sesuai dengan regulasi, kalau usia kehamilan masih kurang dari 14 minggu, maka ditunda keberangkatannya hingga akhir kloter. Usia kandungan yang dibolehkan terbang antara 14 hingga 26 minggu. "Ketika usia kehamilan masih awal, ditambah sisa hari pemberangkatan embarkasi tidak mencapai 14 minggu, ya, tentunya kami tunda untuk tahun depan," imbuhnya.

Karena usia kehamilan HF masih dua pekan dan dinyatakan tidak layak terbang, suami HF, 43, pun memutuskan untuk turut istrinya. Yakni menunda keberangkatan hajinya tahun depan. Pasangan suami istri ini meninggalkan Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin (8/7) siang, setelah menandatangani berita acara penundaan berangkat haji.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Surabaya Mira Novia mengatakan, pihaknya sudah memeriksa para CJH asal Kota Surabaya yang akan berangkat menunaikan ibadah haji. Setiap CJH mengikuti dua kali check-up lengkap dan cek laboratorium untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

"Para CJH asal Surabaya juga dilatih olah fisik supaya fisiknya kuat selama menjalankan ibadah haji. Di puskemas masing-masing CJH sudah diberikan enam kali pelatihan olah tubuh, latihan naik tangga, kemudian diajak keliling seperti tawaf,” imbuhnya. 

Mira menambahkan, ada dua CJH Surabaya yang tidak bisa berangkat karena sudah cuci darah. Selain itu, ada empat ibu hamil yang juga batal berangkat haji.

Menurut dia, ada sejumlah penyakit yang tidak boleh diidap CJH. Di antaranya, stroke, kanker stadium 4, TBC, dimensia, hemodialisis, dan gangguan jiwa. "Sebab, bisa menghambat jalannya ibadah haji atau makin parahnya kondisi kesehatan CJH selama di Tanah Suci," katanya. (rmt/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia