Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Upaya Kurangi Pengangguran

Gandeng Pelaku Usaha Sediakan Lapangan Kerja

11 Juli 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ilustrasi

ilustrasi (net)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pelaku usaha pariwisata yang ada di Kota Surabaya. 

MoU itu merupakan bentuk komitmen pemkot dengan pelaku usaha pariwisata dalam mengutamakan tenaga kerja dari warga Kota Surabaya. Penandatanganan kerja sama itu dilakukan oleh Kepala Bappeko Eri Cahyadi bersama perwakilan dari delapan hotel di Surabaya.

Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, seiring dengan pertumbuhan nilai investasi di Kota Surabaya, maka melalui MoU tersebut masyarakat atau warga diharapkan menjadi bagian dari nilai investasi itu sendiri. Sehingga tujuan akhir dari MoU ini adalah dapat menekan angka pengangguran di Surabaya.

“Jadi ini yang dimaksud masyarakat tidak menjadi penonton di kotanya sendiri. Kami berupaya membuka peluang itu agar masyarakat bisa masuk dan menjadi bagian dari nilai investasi itu sendiri,” kata Eri usai acara penandatanganan MoU di Kantor Bappeko, Rabu (10/7).

Eri menjelaskan, untuk mewujudkan tujuan itu, otomatis standar yang dibutuhkan pelaku usaha pariwisata harus dipenuhi. Karena itu, Bapekko bersama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) akan mengadakan bentuk pelatihan kerja yang tepat. Agar kemudian, setelah lulus nanti peserta sudah dapat mengikuti standar kerja pada perusahaan tersebut.

“Mereka dilatih dulu sesuai kebutuhan perusahaan itu. Misalkan perhotelan maka apa yang menjadi kebutuhan tenaga di hotel tersebut. Agar mereka benar-benar memang sudah siap terjun (kerja),” ujarnya.

Tak hanya itu, bahkan Eri mengaku, nantinya kerja sama ini akan berlanjut bersama lebih dari 40 perusahaan swasta di Surabaya. Namun pada pertemuan pertama ini, sebanyak delapan hotel yang sudah menandatangani MoU itu. Di antaranya Hotel Java Paragon, Mercure Grand Mirama, Hotel Arcadia, Singgasana, Swiss Belin, Batiqa, Cendana, dan Bisanta Bidakara.

“Kami berharap semua hotel, apartemen, dan bangunan mal di Surabaya ini bekerjasama dengan kita. Tujuan akhirnya adalah bagaimana mengurangi pengangguran di kota kita tercinta ini,” imbuhnya.

Sementara untuk mekanismenya, Eri menjelaskan, Pemkot Surabaya akan melakukan pendataan warga per RW. Warga yang belum bekerja akan didata beserta pendidikan dan usia. Dari data itu selanjutnya akan diklasifikasikan sesuai dengan pelatihan apa saja yang siap mereka ikuti. Dengan begitu, diharapkan kerjasa ma ini bisa tepat sasaran. (gin)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia