Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Akhir Tahun, Bupati Target Sudah Bisa Dipakai

Lima OPD Kolaborasi Optimalisasi Taman Teknologi Pertanian

10 Juli 2019, 23: 31: 51 WIB | editor : Wijayanto

Lima OPD Kolaborasi Optimalisasi Taman Teknologi Pertanian

GRESIK - Untuk mewujudkan mkawasan ekonomi dan pariwisata berbasis pertanian, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) optimalisasi Taman Teknologi Pertanian (TPP) di Desa Sukodono Kecamatan Panceng. 

Kegiatan penandatanganan dilakukan bupati bersama lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Antara lain Dinas Pertanian (Dispertan), Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Pendidikan (Dispendik), Dinas Pariwisata (Disparbud) Kebudayaan dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).

Bupati Sambari menegaskan MoU dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab moral maupun kedinasan masing-masing OPD guna optimalisasi TPP. Melalui MoU ini OPD serius dalam menjalankan tugas yang menjadi kewenangannya.

“Dalam pengembangan TPP masing-masing OPD memiliki keterlibatan. Misalnya, PU harus menyiapkan infrastruktur baik akses jalan maupun sarana lain. Dispertan memberikan dorongan terhadap petani, Diskoperindag bisa memgfasilitasi para petani agar bisa menjual hasil kebun,” papar Sambari

Disbudpar diharapkan mampu bersinergi dengan Dispendik dalam menciptakan destinasi wisata berbasis edukasi pertanian yang menarik. Dengan adanya pariwisata ini membuat masyarakat berbondong-bondong memberikan manfaat kepada warga lokal.

“Gresik tidak kalah dengan daerah-daerah lain yang ada di Jawa Tengah dan Yogjakarta. Potensi alam Gresik jauh lebih menarik jika ditelisik lebih dalam. Hanya saja selama ini kita kurang serius menggarapnya,” imbuhnya. 

Chairman PT Polowijo Gosari Achmad Jauhar Arifin berharap pemerintah daerah bisa serius bersinergi dengan pengusaha lokal untuk bersama mengembangkan TPP.

“Saya berharap TPP ini tidak jadi museum atau sekedar seremonial saja, melainkan menjadi destinasi wisata yang ikonik di Kabupaten Gresik,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindito Putro menambahkan TPP Gresik memiliki beberapa laboratorium terpadu. Di antaranya, laboratorium nano teknologi, depo inseminasi buatan, laboratorium tanah dan laboratorium kultur jaringan.

“Dengan nano teknologi buah milik petani bisa berumur lebih panjang bahkan lebih dari 6 bulan. Sehingga, saat tidak musim bisa dijual dengan harga tinggi sehingga menjadi keuntungan bagi petani,” kata Eko. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia