Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Aset Tanah PT KAI di Area Pacarkeling Akan Disertifikasi Menjadi HPL

10 Juli 2019, 21: 27: 42 WIB | editor : Wijayanto

SAH: Notaris dan PPAT Devi Chrisnawati (tengah) serah terima sertifikat aset PT. KAI (Persero) kepada Senior Manager Program, Budgeting and Certification PT. KAI (Persero), Halim Mukti Hartadi (kanan) di Kantor Daop 1, Jakarta, Selasa (9/7).

SAH: Notaris dan PPAT Devi Chrisnawati (tengah) serah terima sertifikat aset PT. KAI (Persero) kepada Senior Manager Program, Budgeting and Certification PT. KAI (Persero), Halim Mukti Hartadi (kanan) di Kantor Daop 1, Jakarta, Selasa (9/7). (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI Persero) mengajukan persertifikasian hak pengelolaan lahan (HPL) yang terletak di kawasan Stasiun Surabaya Gubeng, Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, kepada Notaris Devi Chrisnawati di Kantor Daop 1, Jalan Perintis Kemerdekaan No.1 Jakarta, Selasa (9/7).

Selaku Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) , Devi Chrisnawati mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan sertifikasi persetujuan untuk mengurus aset milik PT KAI (Persero) yang ada di Surabaya. Saat ini di antaranya berada  di kawasan Stasiun Gubeng, yang nantinya pihak PT KAI (Persero) akan bekerja sama dengan investor untuk membuat bangunan hotel dan apartemen.

“Itu tanah yang ada di kawasan dekat fly over Gubeng. Area itu seluas 160 meter persegi atau 16 hektare, HPL-nya mau diurus,” kata Devi saat ditemui dikantornya, Jalan Pahlawan No. 30 Surabaya, Rabu (10/7).

Selama ini PT KAI hanya menggunakan lahan tersebut sebagai hak pakai. Namun setelah diterbitkan persetujuan kerja sama di Jakarta, Selasa (9/7), sepenuhnya KAI dapat menggunakan lahan tersebut sebagai tanah HPL setelah diterbitkannya sertifikat tanah.

Nanti PT KAI akan melakukan kerja sama dengan beberapa developer di kota Pahlawan. Di antaranya dengan Pakuwon Group dan Pusat Grosir Surabaya (PGS). 

Sebelumnya, pihak notaris dengan PT KAI telah menandatangani kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) pada pertemuan pertama. Kemudian pada pertemuan terakhir, ia memberikan sertifikat resmi tanah HPL di kawasan Gubeng tersebut.

“Sebelumnya kita ada MoU, kemarin ditemui langsung oleh Senior Manager Program, Budgeting and Certification PT KAI, Halim Mukti Hartadi di kantor Daop 1 Jakarta untuk mengurus beberapa aset PT KAI di Surabaya,” jelasnya.

Dalam sertifikat tanah HPL tersebut, tertulis bahwa Akta Nomor 293 tanggal 27 Oktober 2018 yang laporannya telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana dinyatakan dalam Surat Nomor AHU-0023373.AH.01.02.Tahun 2018 tanggal 29 Oktober 2018 tentang persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Perseroan) PT. KAI dan Perubahan Susunan Pengurus Terakhir sebagaimana dinyatakan akta nomor 71 tanggal 13 Maret 2019.

“Jadi kemarin telah diterima dan dicatat dalam database sistem administrasi PT. KAI (Persero), kepengurusannya masih kami proses,” ujarnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia