Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Potensi Masih Besar, Industri Kosmetik Garap Pasar Milenial

10 Juli 2019, 16: 01: 29 WIB | editor : Wijayanto

POTENSI: Pasar milenial masih sangat besar untuk digarap industri kosmetik.

POTENSI: Pasar milenial masih sangat besar untuk digarap industri kosmetik. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) menilai peluang bisnis kecantikan di tanah air tahun ini kian besar untuk terus digarap. Bahkan pihaknya memprediksi industri kosmetika sampai Desember 2019 masih akan bertumbuh.

Ketua Umum Perkosmi Sancoyo Antarikso menuturkan, jika menurut Kementerian Kesehatan, secara total growth sektor kosmetika tahun ini diproyeksikan bisa naik 9 persen di atas pertumbuhan pasar food moving consumer good (FMCG).

Pasalnya, gaya hidup milenial saat ini semakin modern, terutama pada kalangan wanita. "Tidak sedikit dari mereka yang selalu menjadikan penampilan sebagai faktor utama dalam melakukan kegiatan sehari-hari," terangnya.

Menurutnya, ada beberapa indikator yang mendasari angka pertumbuhan tersebut. Salah satunya jumlah penduduk Indonesia di segmen menengah yang terus bertambah. Artinya, kehidupan masyarakat Indonesia sudah semakin sejahtera sehingga kebutuhan untuk beauty dan personal care diprediksi akan ikut meningkat.

"Selanjutnya, konsumsi per kapita produk-produk kosmetika di Indonesia sebenarnya masih relatif rendah. Jadi potensinya masih sangat besar untuk terus dikembangkan," jelas Sancoyo.

Oleh sebab itu, demi mencapai target yang telah ditetapkan, pihaknya telah memiliki beberapa strategi. Antara lain para pelaku industri dalam negeri tahun ini berencana untuk fokus menyasar segmen milenial.

Caranya dengan memproduksi produk kosmetika yang sesuai dengan preferensi generasi tersebut. Sebab, kunci utama dalam menarik hati konsumen adalah dengan membuat produk - produk yang selalu relevan dengan kebutuhan pelanggan. "Mulai dari tren, kualitas, inovasi, sampai harga harus disesuaikan dengan favorit anak muda," tegasnya.

Menurut Sancoyo, tren industri kosmetika tahun ini mengarah ke kosmetika yang muslimah, berbasis bahan-bahan natural, dan banyak juga yang berkiblat ke Korea serta Jepang. Selain itu kosmetika yang juga banyak digandrungi milenial adalah yang diedarkan melalui kanal-kanal digital.

"Intinya, anak masa kini menyukai produk-produk yang mudah didapat, natural, dan mampu memberikan kesan tidak terlalu mencolok. Barang-barang seperti itulah yang akan kami genjot," katanya.

Adapun jenis produk kosmetika yang masih akan menjadi fokus pelaku industri pada tahun ini adalah perawatan kulit, perawatan wajah, dan colour cosmetics.

Terpisah, Direktur Distribusi Viva Cosmetics Area Indonesia Timur Yusuf Wiharta mengatakan, membaiknya kondisi ekonomi nasional memang berpengaruh pada industri kecantikan tanah air. Termasuk untuk Viva Cosmetics.

"Untuk lebih menggenjot kinerja bisnis, maka tahun ini kami tak hanya fokus pasar domestik, tetapi juga melakukan mapping untuk keperluan ekspor," terangnya.

Tahun ini perusahaan asli Surabaya tersebut rencananya akan melihat potensi di kawasan Timur Tengah dan Rusia. Memang diakui Yusuf kontribusi ekspor Viva selama ini masih kecil. Hanya sekitar 5 persen dari total keseluruhan produksi. "Tapi ini tetap harus di-manage dengan baik sehingga bisa meningkat di tahun-tahun ke depan," lanjut Yusuf. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia