Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pasokan Menurun, Harga Cabai Kian Pedas

10 Juli 2019, 15: 54: 12 WIB | editor : Wijayanto

TERUS NAIK: Pedagang cabai di salah satu pasar di Surabaya. Menipisnya pasokan cabai di tingkat petani membuat harganya kian melambung, baik cabai raw

TERUS NAIK: Pedagang cabai di salah satu pasar di Surabaya. Menipisnya pasokan cabai di tingkat petani membuat harganya kian melambung, baik cabai rawit maupun cabai merah besar. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Berdasarkan hasil pantauan harga cabai rawit dan cabai merah besar di Pasar Wonokromo memang mengalami kenaikan sejak tiga hari lalu. Salah satu penyebab harga cai kian pedas (naik, Red) akibat harga di petani juga naik karena pasokan menurun.

Salah satu pedagang Basuki mengakui, memang harga komoditas tersebut sedang naik turun. "Sehari bisa turun tapi besok naik lagi. Sudah tiga hari ini mulai naik," ujarnya.

Padahal sebelumnya, harga cabai merah besar tetap bertahan di kisaran harga Rp 30.000 - Rp 35.000. Tapi yang jenis hot chili memang setelah Lebaran sempat naik sampai Rp 50.000. Namun saat ini harganya mencapai Rp 54.000 per kilogram.

Sementara harga cabai rawit di pasar saat ini dibanderol seharga Rp 42.000 per kilogram dan Rp 46.000 per kilogram untuk cabai yang sudah dipetik. Harga sebelumnya di angka Rp 40.000. "Sudah beberapa hari naik. Padahal harga cabai rawit saat seminggu setelah Lebaran berkisar di angka Rp 24.000 da Rp 26.000," tuturnya.

Naiknya harga cabai di pasar disebabkan oleh harga yang terus merangkak naik di tingkat petani. Di sana, harga cabai rawit menembus Rp 40.000 per kilogram. Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Jawa Timur Nanang Triatmoko menuturkan, saat ini harga cabai rawit terus mengalami kenaikan setelah bulan lalu sempat anjlok.

Sebelumnya, harga cabai rawit di tingkat petani sempat menyentuh Rp 6.000 per kilogram. Akibatnya petani enggan merawat tanamannya. ''Akibat harga murah, petani tidak mau merawat, sehingga tanaman terkena penyakit dan banyak yang mati,'' ujarnya.

Tercatat, produksi cabai rawit turun hingga 75 persen. Karena suplai yang terbatas itu, kini harganya merangkak naik. Menurutnya, harga cabai rawit berpeluang untuk turun ketika ada tambahan pasokan. Saat ini ada sentra produksi cabai rawit di Banyuwangi yang areal tanamnya cukup luas. ''Kalau sentra di Banyuwangi panen 1 – 2 bulan lagi, harga pasti turun,'' jelasnya.

Diperkirakan, produksi cabai di sentra di wilayah ujung timur Jatim itu bisa menyumbang hingga ribuan ton. Nanang menuturkan, harga cabai tidak akan naik terlalu tajam. Namun, sembari menunggu masuknya produksi cabai dari Banyuwangi, maka harga akan stabil tinggi.

Hal yang sama juga terjadi pada cabai merah besar yang saat ini harganya menyentuh Rp 45.000 per kilogram di tingkat petani. Namun demikian, harga tersebut masih berpeluang untuk turun. ''Cabai merah besar pada 2-3 minggu lagi pasti akan turun, karena Jember sudah mulai panen,'' paparnya.

Nanang memperkirakan pasokan cabai merah besar bisa bertambah hingga 300 persen dari posisi sekarang. Suplai tersebut akan terus meningkat hingga September.

Sementara menurut Siskaperbapo yang dirilis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim menunjukkan harga cabai rawit di tingkat konsumen masih di kisaran Rp 44.309 per kilogram. Kalau dibandingkan rata-rata sehari sebelumnya naik sebesar Rp 1.875 yang harganya mencapai Rp 42.434 per kilogram. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia