Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Merasa Cantik Sejak Lahir, Minta Semua Keinginan Dituruti

10 Juli 2019, 15: 52: 17 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Orang cantik akan menyebalkan kalau mereka sadar dengan kecantikannya. Tak sedikit dari golongan itu memanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan. Mau dipacari biar dibelanjain atau ada sopir. Atau kalangan usia menikah, milihnya sama pejabat yang tua meskipun jelek. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Hidup mulia agaknya jadi definisi lain dari perempuan cantik. Jangan protes dulu. Coba lihat teman-teman Anda yang punya wajah di atas rata-rata. Dalam konteks lingkungan sekolah pun, mereka sudah untung. Misalnya, dipuja-puja teman lelaki, bebas mengencani kakak kelas yang cakep-cakep. 

Jadi golongan anak populer dan dikenal siapa pun. Bahkan, tak jarang hingga abang-abang batagor depan sekolah pun ikut ngecengin. Tak pernah takut sendiri ke mana-mana karena siapa pun akan senang kalau diminta menemani. Atau jadi sasaran, diajak kenalan di tempat umum. 

Kemuliaan mereka berlanjut ketika sudah umur atau menikah. Kalau tidak ganteng atau kaya raya, mana ada yang berani mendekati. Pada sadar diri. Ya kecuali pria nekat yang tak tahu diri ya. Itu sih jangan disebut. Salut dengan semangatnya. 

Merasa cantik dan dimuliakan sejak lahir inilah yang biasanya tak jarang membuat mereka punya watak songong. Sok cantik, sok eksklusif. Memang tidak semua, tapi ada. Salah satunya Karin, 34. Yang punya power lebih dalam di rumah tangga, ketimbang suaminya, Donwori, 35.

Karin memang cantik,  meskipun sudah jadi mama-mama. Tak jarang ia dapat siulan saat di jalan. Bahkan Donwori kerap mendapat hinaan ketika dikatai supir jika jalan dengan Karin. 

Dulu, Donwori kerap cemburu meledak-ledak. Ia kerap menghalangi Karin untuk keluar. Atau meminta Karin berpakaian sopan saat tak bersamanya. Semua semata agar Karin tak dicuri laki-laki lain. Tapi itu dulu, ia kemudian berubah. Mau Karin pulang larut malam, mau jalan sama siapa pun, Donwori tak melarang. "Kalau tak larang terus-terusan, malah ucul akhire," ujarnya sadar diri, saat di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, beberapa waktu lalu.

Kalau sudah benar pendekatannya, lalu kenapa cerai? Rupanya, Donwori kesal sendiri. Muak diancam-ancam terus. Karin tahu kalau ia cantik. Makanya, ia ingin diistimewakan layaknya perempuan cantik lain. Mau apa pun Donwori wajib menuruti. Kalau tidak, ia selalu mengancam dengan kata cerai. 

Maka dari itu, sepayah apa pun Donwori berusaha nurut. Karin minta dibelikan ini dan itu, ia turuti. Istrinya mau mentraktir teman arisannya, Donwori diam. Karin ingin plesir ke luar negeri, Donwori carikan pinjaman. Semua asal Karin bahagia. "Ngentukne ne angel jeh, lek moro dicerai ya susah," jelas Donwori.

Namun Donwori lama-lama lelah. Semakin matang, usia pernikahan bertambah, Karin tak juga berubah. Tetap saja suka mengancam ini dan itu. Lebih parah, sekarang diikuti ancaman  akan balikkan pada gebetan kaya rayanya dulu kalau tidak dituruti maunya. Sebenarnya Donwori marah. Ia merasa terhina. Namun ia tahan-tahan saja.

Hingga puncaknya, Donwori benar-benar muntab. Karin minta dibelikan tas mahal merek kendi (Halah.. Paham kan, plesetannya Guc*i yang harganya bisa untuk biaya kencan dengan Vanessa Angel). Kalau tidak, ia bilang sudah ada pria available yang dengan mudah bisa membelikan apa yang ia mau. 

Sebelumnya, Karin memang minta ke Donwori. Cuma apalah ia yang masih pemain baru dalam bisnis kuliner. Kecil-kecilan pula. Mending uangnya untuk modal usaha. Ia marahi Karin saat itu habis-habisan. Dan sudah bisa ditebak, kata-kata cerai keluar lagi dari mulut Karin. Kali ini diiyakan oleh Donwori.

"Oke ayo cerai. Ngopeni bojo situk ae cek angele diatur," begitu katanya dulu ke Karin. Yang besar kemungkinan membuat istrinya kaget. Karena selama ini Donwori selalu diam, lha kok kali ini ditenani? (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia