Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Pemilik Tanah Terdampak Tol Sumo Mengaku Belum Dibayar

09 Juli 2019, 18: 03: 50 WIB | editor : Wijayanto

TUNTUT HAK: Abdul Hamid (kanan) menunjukan SHM yang dimiliki saat meninjau tanah miliknya yang terkena proyek pembangunan tol Sumo di Desa Bungurasih.

TUNTUT HAK: Abdul Hamid (kanan) menunjukan SHM yang dimiliki saat meninjau tanah miliknya yang terkena proyek pembangunan tol Sumo di Desa Bungurasih. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO - Pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) ternyata masih menyisakan polemik. Satu ahli waris pemilik lahan yang terkena pembebasan lahan di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru mengaku belum menerima uang ganti rugi proyek pembangunan tol yang diresmikan tahun 2016 itu.

Abdul Hamid, 34, keluarga ahli waris Dayim Sulikah pemilik sebidang tanah sawah di Bungurasih menyebutkan, dari peta bidang perincian tanah, tanah milik keluarganya berada di patok nomor 3 yang saat ini dibangun tol. “Luasnya 1.410 m2,” terangnya.

Namun, saat mengajukan uang ganti rugi kepada pihak pengelola, dirinya tidak pernah mendapatkan uang. Sejak tahun 2011, pihak keluarga Abdul Hamid mengikuti serangkain prosedur guna mendapatkan haknya.

Sayangnya, hingga tahun 2019 ini, haknya masih belum diakui dan dibayar. Bahkan dalam peta proyek itu tertera nama lain yang bukan atas nama Dayim Sulikah. “Atas nama Joko di patok nomor 3,” sebutnya.

Abdul Hamid berani mengklaim karena ia juga memiliki legalitas yang sah atas kepemilikan tanah yang terdampak proyek pembangunan tol itu. Legalitas itu terbukti dari Sertifikat Hak Milik (SHM) yang dibawanya.  “Kita tetap akan mengikuti prosedur namun harapanya pemerintah dapat merespon hak kami yang belum terbayar,” ucapnya.

Kepala Desa Bungurasih Kecamatan Waru, Eni Rosadah Hartiwi mengungkapkan, memang benar tanah yang diklaim keluarga Abdul Hamid itu terkena proyek pembangunan tol Sumo. “Dari SHM yang ada memang benar miliknya (keluarga Dayim Sulikah), kita hanya memasilitasi agar bisa mengikuti prosedur yang ada,” terang Eni.

Kasi Pengadaan ATR/BPN Sidoarjo Feri, mengaku jika memang sudah mendapatkan laporan pengaduan tentang adanya permasalahan tanah dari pihak keluarga Dayim Sulikah tersebut. Pihaknya hanya bisa memfasilitasi untuk mempertemukan kedua belah pihak yang terlibat. “ Kita komunikasian, kita upayakan untuk mempertemukan pihak tol Sumo dengan ahli waris. Karena soal pembayaran itu ke pihak tol Sumo langsung,” singkatnya. (son/vga)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia