Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Sukses Jadi TKW Istri Tak Pulang-Pulang, Suami di Rumah Jadi Suruhan

09 Juli 2019, 05: 35: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Jadi TKI itu untung-untungan. Yang dapat majikan baik, ya bikin betah tak pulang. Yang dapat apesnya, ya tidak usah dibayangkan. Sudah banyak diungkap di pemberitaan, seperti apa ngerinya. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Karin, 32, termasuk  golongan yang pertama. Ia kebagian kerjaan jadi perawat lansia di Hongkong. Kerjaannya banyak. Ya masak, memandikan, hingga  jadi teman ngobrol mereka yang kesepian ditinggal anak kerja. 

Kata Donwori, istrinya ini terlalu betah di perantauan. Karin sudah tak pulang selama hampir sembilan tahun. Dan belum ada hilal juga kapan ia akan kembali. 

Kepergian Karin ini tentu menyisakan sepi bagi Donwori. Ya bayangkan saja, banyak suami istri yang kelimpungan jika pasangannya tak nampak barang sehari saja. Lha ini hampir satu dekade.

Meskipun kecanggihan teknologi mampu mendekatkan yang jauh, tetap saja rasanya beda dengan ketemu langsung. Itu pula yang dirasakan Donwori. "Kesepian lah. Meskipun (Karin, Red) rajin kirim uang, aku dibeliin ini itu,  ya ono ae sing kurang," curhat Donwori di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, beberapa hari lalu.

Betahnya Karin memang keterlaluan. Sebenarnya kalau mau, Karin bisa saja pulang di tahun kelimanya. Namun, ia memilih tak pulang. Uangnya mau ditabung untuk biaya sekolah anak, katanya. Mengabaikan kegelisahan Donwori yang ingin bertemu. 

Karin dan Donwori memang punya satu buah hati. Masih kecil, kelas 2 SD yang sejak orok langsung ditinggal ibunya merantau. Sehingga peran keduanya berbalik. Donworilah yang menjalankan tugas sebagai bapak rumah tangga. Ngurus anak hingga tidur lagi. Karin yang kebagian cari uang.

Sebenarnya, tak kurang-kurang Donwori meminta Karin pulang. Namun Karin ra iso dicekel. Sejak sebelum menikah dengan Donwori pun, waktu mudanya habis untuk melanglang buana. Menjajaki karir sebagai TKW di berbagai negara. Awalnya ke Negeri Jiran, habis kontrak ke Arab, pulang-pulang menikah dengan Donwori, anak lahir, terbang lagi dan tak pulang hingga kini. 

Nahasnya, status Donwori yang sebagai bapak rumah tangga juga dimanfaatkan mertua. Karena masih tinggal serumah, Donwori harus mengerjakan apa pun pekerjaan rumah. Tugas-tugas yang layaknya anak perempuan lakukan, ia yang kerjakan. 

Jangan harap menolak. Karena sekali saja ia terlihat malas, mertuanya akan ngomel tiada henti. Wong istilahnya sudah manut saja, Donwori masih diperlakukan sebagai orang asing. Yang jangankan ngobrol bersama, disapa saja untung-untungan. "Persis pembantu iku lho.. dianggep mantu ya engak," ungkapnya. 

Dari segala penderitaannya ini, Donwori akhirnya menyerah. Status suami kok hanya jadi bayang-bayang mertua dan istri. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia