Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Kaswanto, Mantan Atlet Road Bike (2-Habis)

Ingin Ikuti Kejuaraan Road Bike Master

05 Juli 2019, 00: 00: 02 WIB | editor : Wijayanto

BANGGA: Kaswanto menunjukkan beberapa medali dan piala yang pernah diraihnya.

BANGGA: Kaswanto menunjukkan beberapa medali dan piala yang pernah diraihnya. (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

Meski kini menjadi sopir, Kaswanto masih memiliki keinginan mengikuti kejuaran road bike. Harapan itu ingin diwujudkan untuk menyembahkan prestasi bagi Kota Delta. 

LUKMAN AL FARISI-Wartawan Radar Sidoarjo

Puluhan foto, medali serta piala berjejer rapi di setiap dinding rumah Kaswanto, di Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo. Totalnya ada 52 medali dan 10 piala. Ukurannya pun beragam, mulai besar, sedang hingga kecil lengkap disimpannya dengan rapi.

Sesekali, wajahnya nampak sumringah setiap kali menunjukkan satu persatu medali itu. “Setiap saya pegang medali, pasti ingat perjuangannya,” kata Kaswanto.

Ayah dari Noval Pasha Islami itu mengaku, banyak penghargaan yang tak sempat dia bawa pulang. Terutama saat medali serta piala itu mulai diraihnya sejak jadi atlet road bike junior. Dalam kurun waktu 1994 hingga 1997. 

Saat itu, banyak medali serta piala yang dia tinggalkan di mess atlet. Tak ada niatan sedikit pun untuk membawa pulang medali hasil keringatnya itu. Pikirannya hanya satu. Ingin selalu bertanding dan terus bertanding mengayuh sepeda secepat mungkin. “Nggak peduli dulu yang penting bisa ikut bertanding,” terangnya.

Rata-rata, medali yang kini tertata rapi di rumahnya itu merupakan hasil prestasi saat dia menjadi atlet senior. Kaswanto menyadari, bahwa amat penting untuk dia simpan. Terutama saat mengingat masa perjuangannya dulu. Ada benyak negara sudah dia datangi.

Mulai dari Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Thailand, China, Australia hingga Swiss dan Qatar. Segudang pengalamanpun berhasil diperolehnya. Kini, dia ingin kembali. Namun sayang, tak banyak even yang menyelenggarakan road bike yang menerima peserta seumurannya.

Saat ini, hanya ada satu kejuaraan road bike yang masih bisa dia ikuti. Yaitu road bike kelas master. Kejuaraan balap sepeda itu masih menerima peserta dengan umur 36-40 tahun. “Umur saya 39 tahun, tinggal satu tahun lagi sisa umur saya yang bisa saya gunakan untuk ikut turnamen itu,” ungkapnya. (*/vga)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia