Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Dikasih Uang Jajan Rp 2 Ribu, Gadis Cilik Ini Dicabuli di Kamar Mandi

04 Juli 2019, 22: 12: 18 WIB | editor : Wijayanto

MALU: Tersangka Ardianu Saur dan Kanit PPA AKP Ruth Yeni.

MALU: Tersangka Ardianu Saur dan Kanit PPA AKP Ruth Yeni. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Ardianu Saur, 28, terpaksa berurusan dengan polisi. Pria yang tinggal di Jalan Balongsari Tama Utara Surabaya itu ditangkap polisi setelah mencabuli HS,10. Modusnya, Ardianu merayu korban HS dengan memberikan uang jajan Rp 2 ribu.

Ardianu ditangkap anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya di rumah kosnya, Senin (1/7).

Awalnya tersangka mengelak atas tuduhan pencabulan yang dilontarkan polisi. Namun, polisi berangkat dari laporan ibu HS. Kemudian, tersangka pun dibawa untuk diperiksa.

Di depan penyidik, tersangka ditunjukkan bukti-bukti pencabulan. “Tersangka pun akhirnya mengakui perbuatannya,”  ungkap Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Kamis (4/7). 

Ruth mengatakan selain mengakui perbuatannya, bujangan asal Flores, NTT, tersebut juga menceritakan kronologis pencabulan itu.

Awalnya, Ardianu melihat korban memetik daun pandan tak jauh dari kosnya. Kebetulan antara korban dan tersangka bertetangga. “Melihat korban yang sendirian, tersangka memanggil korban,” terangnya. 

Pria yang bekerja di pabrik sepatu itu memberi uang kepada korban Rp 2 ribu untuk dibelikan jajan. Namun tersangka mengajak korban ke kamar mandi. Di tempat itulah, aksi pencabulan dilakukan.  

Aksinya terbongkar saat ibu korban bertanya kepada HS. HS pun mengakui semua yang baru dilami. Ibu HS langsung syok dan marah. Tak terima dengan perbuatan Ardianu, ibu HS langsung mendatangi Mapolrestabes Surabaya untuk melaporkan kasus tersebut. 

Sementara itu kepada polisi, Ardianu mengaku baru sekali melakukan aksinya. Hal itu ia lakukan spontan karena terangsang melihat korban memetik daun pandan sendirian. Selain itu, ia juga sudah lama menjomblo. 

“Saya kasih uang Rp 2 ribu agar korban menuruti apa yang saya minta,” ujarnya. (yua/rud)  

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia