Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
Persiapan SSC 2019 di Kelurahan Gundih

Kelola Sampah Organik Menjadi Briket Arang

04 Juli 2019, 08: 14: 01 WIB | editor : Wijayanto

ENERGI ALTERNATIF: Hadi Santoso Laurentinus, dosen Teknik Industri dari Universitas Katolik Widya Mandala, saat mendemokan pemanfaatan energi alternat

ENERGI ALTERNATIF: Hadi Santoso Laurentinus, dosen Teknik Industri dari Universitas Katolik Widya Mandala, saat mendemokan pemanfaatan energi alternatif briket arang dari sampah organik di RW 01, Kelurahan Gundih, Surabaya. (INDRA WIJAYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Salah satu kriteria penilaian dalam Lomba Surabaya Smart City (SSC) 2019 adalah pengelolaan energi alternatif terbarukan. Nah, warga RW IV, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, sudah mulai bergerak untuk menciptakan energi alternatif terbarukan. Yakni pemanfaatan sampah organik menjadi briket arang.

Tarekan, salah satu fasilitator kelurahan (faskel) di Kelurahan Gundih, sudah mengawalinya. Dia menciptakan alat pembuatan briket arang sederhana dengan biaya murah.

Melihat semangat warga Kelurahan Gundih ini, Dinas Kebersihan dan Ruang  Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya merespons positif. DKRTH pun mengadakan workshop pembuatan briket arang dari sampah organik di RW IV, Kelurahan Gundih.

Workshop diikuti peserta dari 30 RT dan RW di Kelurahan Gundih. Tim DKRTH mengundang empat tim ahli pemanfaatan energi terbarukan dari Universitas Katolik Widya Mandala untuk mengajarkan pembuatan briket arang dengan benar kepada masyarakat.

Kasubag Pemberdayaan Masyarakat DKRTH Surabaya Joelianto Mardias Putra  menjelaskan, workshop ini merupakan kegiatan baru di DKRTH tahun 2019. Tahun ini ditarget ada pendampingan pemberdayaan energi alternatif pada  masyarakat di dua lokasi. Salah satunya di Kelurahan Gundih.

"Kami pilih daerah yang warganya mempunyai semangat dan kemauan untuk  membuat briket karena butuh ketelatenan.  Ternyata Gundih sudah menunjukkan hal tersebut. Buktinya, salah satu faskelnya membuat briket dan hasilnya ditunjukkan kepada kami," ujarnya.

Semangat warga Gundih juga terlihat ketika workshop berlangsung. Bahkan, Lurah Gundih terjun langsung bersama warganya dalam proses pembuatan briket ini.

Sementara itu, Adi Candra, motivator lingkungan DKRTH Surabaya, menyebutkan bahwa potensi Kelurahan Gundih sangat baik untuk pengelolaan briket. Mengingat Gundih tersebut termasuk kampung padat penduduk yang memproduksi banyak sampah organik.

Adi menjelaskan, semangat warga dalam pengelolaan lingkungan ini sesuai  dengan semangat SSC 2019. Jika warga Kelurahan Gundih serius dalam mengembangkan pengelolaan briket, maka bisa menjadi poin plus dalam penilaian SSC 2019. "Kebetulan salah satu kriteria penilaian di SSC 2019 ini salah satunya adalah pemanfaatan energi alternatif terbarukan," katanya. (is/rek)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia