Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Penuhi Kecukupan Gizi, Arumi Ajak Makan Protein Hewani

04 Juli 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

CEGAH STUNTING: Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin saat memberikan sambutan dalam sosialisasi protein asal hewani di Convention Hall Grand City Rabu (3/

CEGAH STUNTING: Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin saat memberikan sambutan dalam sosialisasi protein asal hewani di Convention Hall Grand City Rabu (3/7). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

WALI KOTA MUSTAJAB - Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahterahan Keluarga (TP PKK) Jawa Timur Arumi Bachsin mengaku kesulitan membuat anaknya agar mau memakan makanan yang memiliki kandungan protein hewani seperti daging, ayam, telur, dan ikan.

Berbagai cara sudah pernah dia coba. Salah satunya, dengan menyajikan makanan dengan bentuk yang menarik, dengan harapan anak-anaknya mau memakan masakan yang dia sajikan. “Anak saya kalau disuruh makan itu agak susah, mungkin karena tampilan masakan saya tetap jelek, ya, bu,” katanya diikuti tawa puluhan peserta Sosialisasi Protein asal Hewani di Grand City Mall, Rabu (3/7) siang.

Karena itulah dia harus memikirkan cara lain agar anak-anaknya tetap mendapat asupan protein hewani. Cara yang menurutnya efektif adalah dengan memelihara ayam di rumah dinasnya di Margorejo, Surabaya. “Kalau ada ibu-ibu yang pernah main ke rumah dinas, saya pelihara ayam. Ada sembilan ayam petelur. Kemarin mati satu. Mas Emil sampai bilang, wah, ini harus diautopsi supaya tahu apa penyebab kematiannya?" kata Arumi kembali membuat peserta tertawa.

Jadi, kata Arumi, delapan ayam petelurnya masih bertahan. Cara ini ternyata efektif. Anak-anaknya jadi bisa melihat proses bagaimana ayam itu bertelur, lalu mengambil sendiri telur dari kandang ayam untuk dimasak. “Jadi anak saya bisa tahu, seperti apa proses terjadinya telur hingga menjadi seekor ayam. Karena itu tadi rasa semangat tersendiri bagi mereka untuk makan telur,” ujar Arumi.

Protein hewani, kata Arumi, memang sangat penting bagi pertumbuhan anak-anak. Terutama ketika fenomena stunting masih mengepung Jawa Timur. Saat ini, kata dia, ada 12 kabupaten di Jawa Timur yang rawan terjadi stunting.

Dia mengimbau masyarakat, terutama para ibu, agar terus memperhatikan asupan protein hewani bagi anak-anak mereka. Karena seringkali, ibu-ibu di Jatim ini berpersepsi ketika anaknya kenyang berarti sudah cukup protein. “Jangan asal wareg (kenyang, Red) anak-anaknya dikasih makan nasi pakai mie instan. Karbo ketemu karbo. Ini kan yang seringkali kita kecolongan. Bisa jadi makanan yang dimakan anak kita tidak memenuhi kebutuhan gizinya,” tegasnya.

Dia menambahkan, pameran teknologi peternakan yang digelar di Grand City Mall tersebut sangat bermanfaat. Arumi sendiri ingin melihat isi pameran ini, terutama untuk mencari pakan ternak bagi ayam petelur peliharaannya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia