Selasa, 22 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
Launching Surabaya Smart City (SSC) 2019

Berlomba-lomba untuk Bersihkan Lingkungan, Cerdaskan Warga

03 Juli 2019, 18: 39: 05 WIB | editor : Wijayanto

SEMANGAT: Kepala Dinas DKRTH Pemkot Surabaya Ery Cahyadi, Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro, Jawa Pos dan SBO TV berfoto bersama Lurah dan Kade

SEMANGAT: Kepala Bappeko Surabaya Ery Cahyadi, Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro dan perwakilan Jawa Pos foto bersama camat, lurah dan kader lingkungan se-Surabaya pada acara launching Lomba Surabaya Smart City 2019. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) me-launching Lomba Surabaya Smart City (SSC) 2019 di Gedung Wanita Chandra Kirana Surabaya, Selasa (2/7).

SEPAKAT: Kepala Dinas DKRTH Pemkot Surabaya Ery Cahyadi (kanan) disaksikan Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro (kedua kanan) serta perwakilan Jaw

SEPAKAT: Kepala Bappeko Surabaya Ery Cahyadi (kanan) disaksikan Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro (kedua kanan) serta perwakilan Jawa Pos menandatangani spanduk kompetisi SSC 2019. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SSC merupakan peleburan dari perlombaan kebersihan lingkungan berbasis masyarakat Surabaya Green and Clean dan Merdeka dari Sampah. Ajang SSC 2019 ini diharapkan membuat Surabaya bisa menjadi kota yang smart dan percontohan. Tidak hanya dalam bidang lingkungan, tapi juga mencakup aspek ekonomi dan sosial.

Kepala DKRTH Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebutkan, SSC merupakan perlombaan yang setingkat lebih maju dibandingkan perlombaan berbasis lingkungan sebelumnya. Dia berharap, dengan adanya SSC, kampung-kampung di Kota Surabaya tidak hanya bersih lingkungannya, tapi juga cerdas warganya dalam pengelolaan kampung. Sehingga mampu meningkatkan ekonomi warga kampung.

SSC diharapkan mampu menaikkan potensi masing-masing kampung. Selain bersih dan indah, kampung-kampung di Surabaya diharapkan memiliki kekuatan ekonomi dari hasil menjual potensi wilayahnya.

"Kita tidak menuntut harus sama semua kampung. Tingkatkan potensi daerahnya masing-masing. Yang berpotensi jadi kampung wisata, ya jadi kampung wisata. Yang kekuatannya di toga dikembangkan, bagaimana hingga bisa produksi. Kalau yang kuat di sanitasi dan IPAL (instalasi pengolahan air limbah), juga maksimalkan. Masyarakat berinovasi, kami bantu sebagai fasilitator, bisa dengan membantu menjualkan produk unggulannya dan sebagainya," kata Eri.

Kehadiran SSC 2019 ini diharapkan menjadi bukti bahwa Kota Surabaya bisa kuat karena partisipasi sinergis antara pemerintah kota, masyarakat, serta media yang bahu-membahu membangun kota. "Maka, pesan saya kepada masyarakat agar semua ikut berpartisipasi. Buktikan masyarakat bisa berubah, menjadi bersih dan aktif. Elek apik, bersih kotornya Surabaya, kita tanggung bareng," ujarnya.

Lomba SSC ini wajib diikuti oleh 154 kelurahan yang ada di Kota Surabaya. Masing-masing kelurahan diharapkan mengirimkan seluruh RW-nya untuk berpartisipasi dalam lomba. Total ada 1.405 RW di seluruh Kota Surabaya.

Launching SSC dihadiri oleh banyak kalangan. Di antaranya, Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Abdul Rokim, dan Senior Manager Business Jawa Pos Rensi Dewi Bulan. Turut hadir pula lurah, camat, fasilitator lingkungan dan kecamatan, praktisi lingkungan, dan akademisi. (is/rek)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia