Kamis, 12 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Suami Emoh Oral, Pilih Selingkuh dengan Teman Kantor

03 Juli 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Jika diibaratkan makanan, oral seks mungkin semacam jengkol atau durian. Ada yang menggilainya. Ada juga yang emoh-emoh tenan.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Menurut seorang pakar seks amatir yang hampir dua dekade mendengar curhatan para klien, blow job atau oral seks adalah variasi bercinta yang paling digemari hampir semua orang. Meski begitu, ada juga yang tak suka. Salah satunya Donwori,46. Yang ditinggal selingkuh Karin, 42, gara-gara selalu menolak saat diajak oral seks.

Perselingkuhan Karin ini ketahuan juga tak lama. Mungkin selepas lebaran. Lewat video mesum amatir antara Karin dan Donjuan, selingkuhannya. Yang sengaja dikirimkan Donjuan untuk merusak rumah tangga keduanya. Nggapleki tenan ancene Donjuan.

"Nggiapleki ! Sempel ! Ngajak gelut arek iku," seru Donwori, masih menyimpan marah. Saat sesi curhat di depan kantor pengacara samping Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, belum lama inj.

Donwori memang mengenal Donjuan. Tak mengenal betul. Hanya saja ia sempat dikenalkan oleh Karin saat family gathering di kantor. Teman curhat-curhatan, katanya. Tapi ia tak pernah menyangka kalau bisa dijadikan teman tidur juga. Padahal sebenarnya ia juga punya anak istri.

Karena marah, Donwori langsung mengajak si Donjuan ketemu. Pikirnya, ia mau memberikan satu dua atau lima bogem biar Donjuan kapok. Namun rencananya ini dihalang-halangi Karin yang tiba-tiba menyusul. Menangis memohon agar Donwori tak memukuli kekasih gelapnya itu.

Melihat fakta bahwa Karin lebih membela Donjuan, Donwori makin marah. Karena sebal, ia kalap hingga sempat mau memukul istrinya ini. Eh lha dalah drama, pukulannya dihalang-halangi oleh Donjuan. " Kurang ajar ... Wani-wanine mbelani, wuih kudu tak sleding ae wingi iku, cok tenan" lanjutnya makin emosi.

Untung saja, perkelahian yang terjadi di sebuah kafe itu berhasil dilerai oleh karyawan dan pengunjung. Tak terjadi pertumpahan darah. Donwori tak sampai dilaporkan ke polisi juga karena penganiayaan.

Hanya saja, setelah perselisihan itu Karin tak pulang ke rumah. Entah pulang ke mana. Malah setelah itu ia langsung mengajukan cerai. Dalam berkas gugatan yang harus Donwori tandatangani, ia menemukan fakta yang mengejutkan. Di antara poin per poin gugatan yang terlalu mainstream seperti masalah ekonomi dan keharmonisan, tersembul satu poin gugatan yang sedikit membuat dahi berkernyit.

Dalam satu poin itu disebutkan, Donwori tidak bisa diajak kompromi dalam urusan ranjang. Ketika diajak oral, ia selalu menolak. Walhasil, ia mencari pelampiasan dengan menyelingkuhi rekanan kerjanya. Meski bagi sebagian orang membicarakan urusan seks di dalam gugatan terasa tabu, agaknya tidak untuk Karin.

 Ia malah sangat blak-blakan, panjang dan lebar menuliskan masalah ranjangnya. " Yo diomong wes bolak-balik tak tolak. Padahal areke pengen, trus golek pembelaan. Lek ngunu kuwi jare salahku. Gak iso diajak kompromi," curhat Donwori yang tak kalah panjang kali lebar.  "Memangnya Pak Wori gak suka beneran  oral seks? Katanya semua laki-laki suka begituan? " tanya Radar Surabaya  pringas-pringis.

"Gaaak, blaaasss, ngilani atek aneh-aneh ngono iku, sing genah ae," timpalnya yang hanya Radar Surabaya tanggapi dengan ouw.. panjang. Ia juga membenarkan, beberapa kali Karin memang sempat meminta. Sekali dua kali ia turuti di awal. Karena memang tak nyaman, walhasil tak pernah ia terus-teruskan. Eh... Lha dyiaalah Karin tak puas.

Karena sudah digugat, Donwori tak bisa apa-apa. Lagi pula ia juga tak ada niat untuk balikan dengan Karin yang sudah menghianati cintanya demi urusan ranjang. Ra sudi katanya.  Hanya saja ia ingin memperjuangkan hak asuh dua anaknya. Biar gak dirawat oleh perempuan gak bener. Takutnya, ketularan gak bener lagi nanti. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia