Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Nyeri Kepala? Waspadai Gejala Kanker Otak

02 Juli 2019, 17: 13: 21 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi sakit kepala

Ilustrasi sakit kepala (NET/KLIKDOKTER)

Share this      

SURABAYA - Baru-baru ini beredar kabar bahwa komedian Agung Hercules menderita sakit kanker otak. Tubuhnya yang dulunya kekar, penuh otot, kini menyusut habis. Lalu sebenarnya, apa itu kanker otak? 

Dokter Spesialis Radiologi dari Adi Husada Cancer Center Surabaya, Bambang Widjanarko Sp. Rad .(k).onk menjelaskan, penyakit kanker otak dibedakan menjadi dua jenis. Kanker otak primer dan sekunder. 

Kanker otak primer merupakan kanker otak yang berasal dari otak itu sendiri, sementara sekunder adalah kanker otak yang disebabkan oleh metastase atau penyebaran dari kanker lain. Yang umum diantaranya paru, prostat dan kanker payudara. 

Kanker otak dapat menyebabkan berbagai gangguan. Tergantung bagian otak yang dikenai. Apakah yang di otak besar, kecil, batang otak ataupun tulang belakang. Gangguan yang ditimbulkan pun akan mengikuti fungsi dari bagian otak tersebut. Misalnya, jika kanker menjangkit lobus frontal, maka akan mempengaruhi perubahan sikap tingkah laku.

Dari yang biasa jadi alim atau sebaliknya. Masalah penglihatan mata dan bahasa dan lemah pad salah satu sisi tubuh. Penyebab kanker otak bisa bermacam-macam. Orang dengan ras kaukasia lebih rentan terkena kanker otak.

Paparan zat kimia dan radiasi juga dapat meningkatkan resiko kanker otak. Sangat jarang kanker otak disebabkan oleh genetik. Hanya sekitar 5 hingga 10 persen kanker yang diwariskan secara genetik atau keturunan.

 "Gaya hidup juga menjadi faktor resiko kanker otak, namun bukan yang utama," ujarnya. 

Gejala kanker otak bisa diketahui, diantaranya adalah rasa nyeri kepala yang terjadi sering. Hal itu dikarenakan terdapat peningkatan tekanan pada rongga otak. Terkadang telinga berbunyi, berkurangnya penglihatan, mual dan muntah, dan sering pingsan. Dan terkadang bisa kejang-kejang. "Namun penyakit (kanker otak,Red) hanya bisa dideteksi dengan pemeriksaan screening atau MRI," Imbuhnya. 

Pengobatan utama pada kanker otak adalah pembedahan. Karena operasi dapat menentukan jenis patologinya. Untuk menangani pengobatan selanjutnya. Tetapi ada beberapa kasus yang tidak dapat dilakukan pembedahan karena lokasi tumor terletak di daerah struktur yang sangat berbahaya. 

Kemoterapi juga bisa dilakukan, hanya untuk meminimalisir penyakit, bukan mengobati sakitnya.  Radioterapi juga bisa dilakukan untuk mengobati kanker. Tapi diberikan paska pembedahan.

Prinsip radiasi adalah mematikan sel tumor semaksimal mungkin . Minimal pada jaringan normal. Radioterapi juga merupakan pengobatan paliatif yang terpilih untuk kasus-kasus sekunder. 

Segala jenis kanker otak tergolong kanker ganas. Keadaan terparah pada kanker otak bisa menggaggu pusat fital tubuh. Terutama daerah batang otak yang kena. Maka akan mengganggu pernafasan hingga meninggal. 

Agar terhindar dari kanker, kita bisa mencegah faktor resiko. Diantaaranya dengan memprbaiki lifestyle. Bukan hanya makanan, tapi juga paparan dari polusi yang juga harus dihindari. Kanker otak juga berkaitan dengan hormon. Itulah, orang yang melakukan KB juga bisa beresiko terkena kanker otak. (is/rud)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia