Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Ketahuan Jual Beli Stan, Komisi I Marahi Staf UPT Pasar Baru Gresik

02 Juli 2019, 09: 02: 11 WIB | editor : Wijayanto

URING-URINGAN: Ketua Komisi I DPRD Gresik Edi Santoso memarahi UPT Pasar lantaran diduga melakukan permainan jual beli stan.

URING-URINGAN: Ketua Komisi I DPRD Gresik Edi Santoso memarahi UPT Pasar lantaran diduga melakukan permainan jual beli stan. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Persoalan Pasar Baru Gresik kembali mencuat. Kemarin, Komisi I DPRD Kabupaten Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak). Hasilnya, mereka mendapatkan laporan adanya sejumlah pelanggaran aturan yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Baru dalam mengelola stan.

Selama sidak, Ketua Komisi I DPRD Gresik Edi Santoso dan Anggotanya Nasihan memarahi habis-habisan staf pasar bernama Nyoto. Pasalnya, dewan mendapatkan banyak laporan dari para pedagang bahwa yang bersangkutan ikut bermain dalam jual beli stan pasar. 

“Kamu gak usah banyak ngomomg. Kamu ini PNS seharusnya melayani masyarakat bukan malah seperti ini,” teriak Edi Santoso, kemarin.

Kemaharan Komisi I semakin memuncak setelah mengetahui ada stan kosong yang ternyata sudah diperjualbelikan kepada orang lain. Mereka langsung meminta agar 3 stan bagian depan nomor 087, 088, dan 089 dibuka. “Saya minta buka stannya. Barang-barang yang ada di dalam bawa ke kantor Satpol PP,” tegasnya.

Menurut laporan pedagang, stan tersebut telah dijual UPT kepada orang lain. Jumlah stannya mencapai empat unit. “Kami suruh bawa Satpol PP. Kalau mau ambil silahkan ke kantor Satpol,” terangnya.

Ditambahkan, pihaknya akan mengagendakan rapat Komisi untuk membahas kembali persoalan ini. Pihaknya ingin agar persoalan Pasar Baru bisa segera diselesaikan. “Nanti kami agendakan rapat komisi agar cepat selesai,” imbuh dia.

Menanggapi hal ini, Kepala Diskoperindag Kabupaten Gresik Agus Budiono mengatakan pihaknya mengaku memang ada pembagian stan yang salah dan ada yang benar. “Nanti akan kami rapatkan kembali,” ungkapnya.

Dikatakan, terkait dengan jual beli stan pihak membantah hal tersebut. Untuk stan depan itu seharusnya kosong. “Nanti akan kami tanyak UPT seperti apa kronologisnya,” imbuhnya. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia