Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Sosialisasikan KB Jangka Panjang dengan Risiko Minim

02 Juli 2019, 08: 59: 40 WIB | editor : Wijayanto

GRATIS: Penyuluh KB Kecamatan Gresik Wulan Purbani dan Anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Gresik sedang menjelaskan tentang MKBJP di Puskesmas Alon-alon.

GRATIS: Penyuluh KB Kecamatan Gresik Wulan Purbani dan Anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Gresik sedang menjelaskan tentang MKBJP di Puskesmas Alon-alon. (UMI HANY AKASA/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) mengajak perempuan di Gresik untuk ikut Metode KB Jangka Panjang (MKBJP), seperti IUD (Intra Uterine Devic) dan implan. Hal itu karena risiko dua jenis KB itu lebih rendah dibandingkan dengan KB lainnya.

Penyuluh KB Kecamatan Gresik, Wulan Purbani mengatakan  Masih banyak keluarga yang enggan ikut KB IUD karena takut, banyak rumor negatif beredar di masyarakat, seperti

IUF jalan-jalan tidak pada tempatnya, dan lain-lain. “Untuk di Gresik penggunaan KB itu sesuai dengan tren dan wilayahnya. Misalnya, di daerah selatan masih banyak yang suka pasang IUD dan implan, kalau kawasan pesisir dan kota Gresik lebih pakai KB suntik dan pil,” ungkap Wulan dalam kegiatan pemasangan IUD dan impan gratis di Puskesmas Alon-alon. 

Dikatakannya,  untuk jangka waktu implan bisa mencapai 3 tahun dan IUD sampai 10 tahun,  berbeda dengan KB jangka pendek seperti pil dan suntik, seperti waktu harian dan bulanan.  “Pil dan suntik yang harus rutin dilakukan, dan memiliki risiko lebih tinggi untuk tingkat kegagalannya,” ungkap dia.

Selain itu, pemberian pil dan suntik juga harus melihat kondisi tubuh dan fisik seseorang. “Yang hipertensi, kolesterol dan lainnya kadang ada yang dilarang pakai pil dan suntik karena menggunakan hormon, kalau IUD dan implan lebih bebas,” ungkapnya. 

Untuk pelayanan KB dan kesehatan Reproduksi, Wulan mengaku, Dinas KBP3A selalu pelayanan KB keliling ini dilaksanakan secara rutin untuk memberikan pelayanan berupa pemasangan kontrasepsi kepada masyarakat berupa KB implan dan IUD. “Kami selalu bekerjasama dengan IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Gresik dan dinkes untuk kegiatan sosialisasi dan pemasangan IUD dan implan,” ungkapnya. 

Koordinator Pelatihan Kontrasepsi Teknologi Update IBI Gresik Suhartati menambahkan kali ini pihaknya mengirim 15 bidan yang ikut dalam pemasangan IUD dan implan gratis. “Kami kebetulan juga ada pelatihan kontrasepsi kepada bidan. Ini langsung praktik juga dalam membantu pemasangan KB kepada masyarakat,” ungkapnya. (han/ris)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia