Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Elpiji Bocor, Laundry GKB Terbakar, Ratusan Pakaian Pelanggan Hangus

02 Juli 2019, 08: 41: 41 WIB | editor : Wijayanto

HANGUS: Petugas PMK dibantu warga sekitar berusaha memadamkan api yang melahap laundry pakaian.

HANGUS: Petugas PMK dibantu warga sekitar berusaha memadamkan api yang melahap laundry pakaian. (MUHAMMAD FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Diduga akibat gas elpiji bocor dan setrika menguap terlalu panas laundry pakaian di Jalan Kalimantan No 162 Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) terbakar. Kendati tidak ada korban jiwa namun kejadian ini menghanguskan ratusan potong pakaian milik pelanggan.

Kebakaran terjadi pada pukul 10.00. Asap pertama kali terlihat dari bagian belakang laundry, yang merupakan lokasi mesin setrika uap. Abdul Mu’id salah seorang pegawai laundry menduga munculnya api akibat kebocoran gas elpiji yang terhubung ke mesin setrika.

“Kami memiliki beberapa mesin setrika yang menggunakan elpiji. Kebetulan saat terjadi kebakaran seluruh mesin dalam kondisi hidup,” ujarnya.

Melihat asap hitam mulai mengepul, Mu’id meminta pegawai lain untuk mengevakuasi seluruh barang-barang yang ada di toko. Tidak lupa pakaian yang sudah selesai dicuci dan siap kirim juga ikut dievakuasi.

“Saya sudah tidak bisa lagi ke area belakang karena kondisi asap sudah mengepul dan mulai terlihat api di sela-sela tumpukan pakaian,” imbuhnya.

Dikatakan, untuk menemukan titik api dia bersama warga sekitar memecah kaca bagian samping. Agar api tidak semakin menjalar petugas TNI yang kebetulan sedang melintas dibantu dengan warga melakukan pemadaman dengan cara menyiram api dengan air yang dibawa menggunakan ember. 

Tidak berselang lama, dua unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) datang ke lokasi kebakaran. Dengan sigap petugas Damkar memadamkan api yang terlihat menyala di sela-sela tumpukan pakaian. “Api berhasil kami jinakkan dalam waktu 10 menit,” kata Kasi PMK Dinas Satpol PP Pemkab Gresik, Eka Prapangasta di lokasi.

Dia mengaku bersyukur kebakaran dengan cepat bisa ditangani. Hal ini berkat kesigapan masyarakat dalam melaporkan adanya peristiwa kebakaran.

“Dimusim kering seperti saat ini saya menghimbau agar warga tidak melakukan bakar-bakar serta tidak lupa mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan,” tandasnya. (fir/yud/rof)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia