Selasa, 20 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Dinas KBP3A Dampingi Korban Pencabulan di Bawean

01 Juli 2019, 18: 34: 39 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

BAWEAN – Dinas Keluarga Berecana Pemberdayaan Perlindungan Perempuan  Anak  (KBP3A) Kabupaten Gresik langsung bereaksi atas dugaan kasus pencabulan oleh Ihlal kepada gadis berumur 15  tahundi Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.

Kepala Dinas KBP3A dr Adi Yumanto mengatakan pihaknya dengan Polres sudah berkoordinasi dan rencananya pihaknya akan melakukan pendampingan kepada korban. “Sudah dalam pemeriksaan rekan-rekan polres Gresik, sudah dimintakan visumnya juga,” ungkap Adi.

Pihaknya, pun berharap tidak ada lagi kejadian pencabulan seperti di Bawean. “Kami berharap orang tua lebih care terhadap perkembangan anaknya. Cinta kepada keluarga harus ditanamkan supaya anak tidak mudah terpengaruh dengan orang lainnya,” kata Adi. Bahkan, Dinas KBP3A  mengajak  anak supaya lebih banyak dan sering berkumpul  dengan keluarga.

“Kami punya tagline #yukkumpulbersamakeluarga. Artinya, mengajak anak-anak supaya lebih senang berkumpul dengan keluarga daripada orang lain yang tidak dikenal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Sri Wahyu Bintoro mengatakan belum tahu  terkait laporan pencabulan di Bawean. Polres tampak menutupi kasus tersebut. “Masih dicek lagi,” ungkap Wahyu. 

Sekedar diketahui, Kasus asusila terjadi di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Ihlal, 44, warga Desa Dekat Agung, Kecamatan Sangkapura diduga memaksa Melati, 15, untuk berhubungan suami istri. 

Peristiwa ini diketahui setelah korban yang masih sekolah kelas 2 SMP ini melaporkan perbuatan duda tiga anak tersebut ke orang tuanya. Korban dicabuli sambil dicekoki arak. Usai diperkosa, korban dikembalikan ke rumahnya dalam keadaan sempoyongan. (jar/han)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia