Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo

Penjual Bakso di Terminal Purabaya Beri Bakso Gratis Penghafal Alquran

28 Juni 2019, 17: 59: 20 WIB | editor : Wijayanto

TAK TAKUT RUGI : Saiful Bakhri saat menunjukkan gerobak bakso dagangannya.

TAK TAKUT RUGI : Saiful Bakhri saat menunjukkan gerobak bakso dagangannya. (ISTIMEWA)

Share this      

Ada banyak cara bisa dilakukan untuk berbuat baik. Salah satunya, dengan memberi makanan gratis. Hal itu lah yang dilakukan oleh salah seorang penjual bakso, Saiful Bakhri. Bedanya, dia akan memberikan baksonya secara gratis, kepada penghafal Alquran dan yatim piatu.

LUKMAN AL FARISI-Wartawan Radar Sidoarjo

Ada yang berbeda di sisi utara masjid Al Ikhlas persisnya di pintu keluar bus antar kota di Terminal Purabaya, Bungurasih. Puluhan orang terlihat menunggu antrean panjang yang mengarah ke salah satu gerobak bakso. Gerobak tersebut nampak tertulis bakso lontong Rp 5 ribu. Yang buat menarik, ada tulisan lagi “Hafal Alquran dan yatim piatu gratis sepuasnya”. “Saya memang punya niat untuk menggratiskan bagi penghafal Alquran dan anak yatim,” kata penjual bakso, Saiful Bakhri.

Pria yang juga guru ngaji itu mengaku, mulai berjualan bakso sejak tahun lalu. Semenjak itu pula, Saiful memiliki niat untuk menggratiskan dagangannya. Terutama bagi penghafal Alquran dan anak yatim piatu. Baginya, hal itu merupakan bentuk penghargaan bagi penghafal kitab suci Islam tersebut.

Untuk melihat apakah konsumennya benar-benar hafal Alquran, pembeli harus dites dahulu. Mereka diminta untuk membacakan beberapa surat dan ayat secara acak. Tujuannya, memastikan bahwa orang tersebut benar-benar hafal. “Kalau dites benar, maka dapat bakso gratis,” kata pria asal Gresik itu.

Siapa sangka, Saiful merupakan alumnus salah satu pesantren di Kudus Jawa Tengah. Saiful mennyebutkan, ada lima kategori bagi pembeli agar mendapatkan bakso gratis. Di antaranya, pembeli akan diberi dua porsi bakso gratis, jika diketahui menghafal 1-10 juz Alquran.

Bahkan, jika ada pembeli yang hafal 30 juz kemudian berstatus yatim, maka dapat menikmati bakso racikannya itu sepuasnya. Tak hanya itu, bagi anak kecil yang juga dapat menghafal satu surat pendek, maka Saiful akan memberikannya satu pentol. “Kita kasih 10 pentol lebih nanti,” terangnya.

Namun begitu, Saiful mengaku tak takut rugi, walaupun dagangannya habis karena di makan penghafal Alquran dan yatim piatu. Sebab menurut Saiful, semua telah ada yang mengatur. Bahkan kini, dia berhasil membuka cabang lagi. “Bagi saya ini adalah berkah,” pungkasnya. (*/vga)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia