Kamis, 12 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

117 ASN Ikuti Bimtek, Bupati Tindak Tegas yang Indisipliner

28 Juni 2019, 11: 17: 12 WIB | editor : Wijayanto

SERIUS : Ratusan ASN saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di Gedung BKD

SERIUS : Ratusan ASN saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di Gedung BKD (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Saiful Ilah meminta agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sidoarjo bersikap disiplin. Hal itu sebagai salah satu bantuk tanggung jawab sebagai pengabdi negara. Jika tidak, maka sanksi tegas akan diberikan pada ASN membandel.

       Hal itu disampaikan pria yang kerap disapa Abah Ipul ini usai membuka pembekalan bimbingan teknis prosedur penyelesaian tindak indisipliner bagi pegawai negeri sipil di gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo, Kamis (27/6). Dia meminta agar seluruh ASN benar-benar disiplin. “Semua harus disiplin dan ikuti aturan,” katanya.

       Dia menambahkan, kedisplinan menjadi salah satu unsur yang sangat penting. Dalam mewujudkan ASN yang handal, profesional dan bermoral, mutlak diperlukan aturan disiplin PNS yang dapat menjadi pedoman. Terutama dalam menegakkan kedisiplinan. “Jika tidak bisa mengikuti aturan yang berlaku ya harus ada tindakan tegas,” terangnya.

       Selain itu, adanya aturan tersebut juga dapat mendorong PNS agar lebih produktif lagi. Terutama melalui sistem karir dan prestasi kerja. Untuk itu, setiap OPD yang ada diharapkan dapat beradaptasi secara cepat. Tujuannya, agar perubahan yang terjadi di masing-masing OPD tidak menjadi penghambat kerja bagi ASN. “Keberhasilan oragnisasi itu salah satunya dari kedisiplinan anggotanya,” terangnya.

       Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo Ridho Prasetyo mengatakan, bimbingan teknis tersebut diberikan kepada 117 PNS di Sidoarjo. Khususnya yang menangani kepegawaian. Di antaranya, kasubbag umum serta Kepala Tata Usaha Puskesmas. Hal itu dilakukan agar mereka benar-benar tegas dalam menangani ASN yang indisipliner.

       Tak hanya itu, bimbingan tersebut dilakukan untuk mereview serta memberi pemahaman mengenai manajemen PNS. Terutama terkait kedisiplinan PNS. Untuk itu, mereka diminta untuk menyatukan komitmen untuk menegakkan kedisiplinan, menyamakan presepsi dalam penanganan ASN yang indisipliner. “Kita ingin ASN terus meningkat prestasinya,” katanya. (far/vga)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia