Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Suami Di-PHK, Ajak Istri Edarkan Sabu

26 Juni 2019, 14: 35: 41 WIB | editor : Wijayanto

SALAH JALAN: Darmo Kerto Raharjo (depan kanan) dan istrinya Hanik Irawati saat diamankan di Mapolresta Sidoarjo.

SALAH JALAN: Darmo Kerto Raharjo (depan kanan) dan istrinya Hanik Irawati saat diamankan di Mapolresta Sidoarjo. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Pasangan suami istri (pasutri) ini terpaksa meninggalkan anak perempuannya karena harus mendekam di balik jeruji penjara. Mereka adalah Darmo Kerto Raharjo, 37, dan Hanik Irawati, 29, warga Perum Bumi Cabean Asri Blok K-3, Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi. Keduanya diringkus polisi lantaran kompak menjadi pengedar sabu–sabu (SS).

Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto menceritakan, polisi pertama kali meringkus Hanik Irawati saat melakukan transaksi SS di area pergudangan Safe N Lock, Jalan Lingkar Timur, Sidoarjo. Polisi menemukan satu poket SS dengan berat 0,34 gram dari tangan Hanik. Barang haram itu disimpan dalam bungkusan kertas berwarna silver. “Mau ketemuan dengan orang untuk mengantarkan SS,” terang Sugeng.

Berbekal dari barang bukti itu, tersangka langsung digelandang ke Mapolresta Sidoarjo untuk penyelidikan lebih lanjut. Di hadapan penyidik, Hanik mengaku jika barang haram itu adalah milik Darno yang tak lain adalah suaminya sendiri. Tak mau kehilangan kesempatan, berbekal dari keterangan Hanik itulah polisi langsung mengejar Darno.

Upaya itu pun membuahkan hasil. Tak berselang lama polisi berhasil meringkus Darno yang saat itu berada di rumahnya. Tak hanya itu, polisi juga berhasil menemukan barang bukti penyalahgunaan narkotika jenis sabu dari tangan Darno. Di antaranya 7 poket SS siap edar dengan berat total 2,8 gram. Polisi juga mengamankan satu unit handphone milik Darno yang biasa digunakan untuk berkomunikasi dengan para pelanggannya. “Kita temukan timbangan elektrik juga,” imbuh Sugeng.

Sugeng juga menyesalkan, pasutri yang sudah berkeluarga hampir sepuluh tahun itu melakukan bisnis kotor. Seharusnya sebagai pasutri bisa saling menasehati agar melakukan bisnis yang baik. “Uang hasil jualan SS juga digunakan untuk makan sehari-hari,” sambung Sugeng

Sementara itu, Darno mengaku jika baru sekitar tujuh bulan menjalankan bisnis haram itu. Dia mengambil SS dengan cara ranjau di beberapa tempat di Sidoarjo. Seperti di depan Museum Mpu Tantular, daerah Gedangan dan Juanda. “Habis diPHK, jadi gak punya pekerjaan,” ucap mantan karyawan perusahaan konstruksi itu.

Sementara itu sang istri,  Hanik lebih terlihat sangat menyesali perbuatannya. Dia nampak menangis saat Kompol Sugeng mencecar beberapa pertanyaan. Dia mengaku sangat rindu kepasa anak perempuanya yang telah berumur 8 tahun. “Anak saya titipkan budhe,” katanya sambil terisak.

Kini pasutri itu akhinya dipertemukan di ruang tahan Mapolresta Sidoarjo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sementara polisi juga masih terus bekerja untuk memburu para bandar yang terlibat dalam jaringan itu. (sat/nis)

(sb/sat/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia