Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tiga Pemuda Tenggilis Digulung Bisnis Sabu

26 Juni 2019, 14: 19: 38 WIB | editor : Wijayanto

Tiga Pemuda Tenggilis Digulung Bisnis Sabu

SUARABAYA - Makin banyak pemuda yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Tim Unit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo menangkap tiga anak muda Kota Pahlawan karena terlibat jual beli narkoba jenis sabu-sabu (SS).

Ketiga tersangka adalah Choirul Anam, 26, warga Jalan Tenggilis Lama II; Farid Izarudin, 23, warga Jalan Tenggilis Kauman IV; dan Rendra, 22, warga Jalan Tenggilis Mulya V, Surabaya. Rendra menjadi pengecer, kurirnya Farid, dan Choirul sebagai pembeli.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Surabaya, ketiga tersangka ditangkap secara berantai. Kali pertama yang ditangkap adalah Choirul di Frontage Road, Jalan Ahmad Yani, Senin (24/6). Sebelumnya dia terlibat transaksi SS di Jalan Tenggilis.

"Namun, saat kami hadang, tersangka kabur. Kemudian dikejar hingga Jalan Frontage Road sisi timur Ahmad Yani," ungkap Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Sidik.

Sial bagi tersangka, setelah sampai di bawah jembatan penyeberangan, Choirul pun dipepet petugas. Dia akhirnya terjatuh dari sepeda motor. Bahkan sampai luka-luka. "Dari penggeledahan, ditemukan satu paket sabu di saku celananya," terangnya.

Choirul yang bekerja sebagai kuli bangunan itu mengakui SS tersebut miliknya. Ia baru saja melakukan transaksi dengan Farid. Dari nyanyian Choirul, Farid kemudian ditangkap di rumahnya. Farid ditangkap setelah diberi umpan Choirul. Sementara dari pengembangan, Farid mengaku hanya sebagai kurir yang disuruh oleh Rendra.

Selang dua jam kemudian, Rendra yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi AC ditangkap. Rendra mengakui telah menyuruh Farid sebagai kurir. Ketiganya pun lalu digelandang ke Mapolsek Tenggilis Mejoyo.

"Rendra mengaku biasa menjual satu poket sabu dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu," jelasnya.

Sementara itu, Farid sang kurir mendapatkan upah tak banyak. Kadang hanya dikasih Rp 50 ribu. Kepada penyidik, tersangka mengaku baru sebulan berjualan narkoba. Rendra mengaku mendapatkan SS per gramnya Rp 1 juta hingga Rp 1,2 juta.

"Masih kami telusuri atasan R. Dan berapa lama mereka bekerja sama," kata AKP Sidik.

Dari ketiga tersangka, polisi mengamankan barang bukti tiga poket SS dengan berat masing-masing 0,45 gram dan dua unit ponsel merek Oppo A3 sebagai sarana alat komunikasi. Ketiga pemuda ini bakal dijerat dengan pasal 112 ayat 1 juncto 114 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia