Selasa, 16 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Jangan Terlalu Bangga, Yang Gede Belum Tentu Memuaskan

26 Juni 2019, 13: 52: 39 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Jangan terlalu bangga punya yang gede-gede. Gede badannya, lebih tepatnya. Karena yang gede belum tentu bisa memuaskan. Ups!

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Karena penghinaan ini juga dirasakan oleh Donwori,  45. Yang ditinggal selingkuh karena dianggap tak bisa memuaskan hasrat seksual Karin, 38, istrinya. 

Penghinaan yang Donwori terima ini tak main-main. Normalnya, orang akan sembunyi-sembunyi ketika selingkuh. Namun, Karin tidak. Ia malah seakan sengaja menunjukkan perselingkuhannya kepada Donwori. "Nelpon jam-jaman nak ngarep tipi. Padahal nak kantor yo wes ketemu," gerutu Donwori. 

Tak cukup sampai di situ saja Karin njarak  Donwori. Bahkan hampir setiap akan tidur, Karin harus video call dulu dengan kekasihnya ini. Belum terhitung juga berapa kali Karin pulang telat karena menyempatkan untuk kencan. Ya, ho…ho…hi…he tipis-tipis lah.  

Lalu, kenapa Donwori tak marah? Dasar cinta! Membuat orang yang sudah bodoh berperilaku makin bodoh. Karena masih cinta, Donwori tak berani menegur. Takut ditinggal kalau main larang-larangan. 

Ironisnya, didiamkan Donwori, eh Karin makin ngelunjak. Tak lama setelah selingkuh terang-terangan, ia memaksa Donwori untuk menandatangani surat gugatan cerai. 

Tiba-tiba disodori surat gugatan cerai membuat  Donwori kaget bin muntab. Baru di sinilah kemarahannya meledak. Melontarkan amarahnya kepada Karin. Namun bukan kata maaf yang Donwori dapat, melainkan pengakuan Karin yang mencabik-cabik perasaannya. "Langsung disauti. Jare aku selama iki gak iso memuaskan dek e," pekiknya. 

Diserang dengan kalimat itu, Donwori sempat linglung. Gak bisa memuaskan, katanya. Wong badannya besar, suka olahraga lagi. Kalau dari stamina, Donwori yakin performanya tidak mengecewakan. 

Selama ini juga, ia melihat ekspresi istrinya setelah berhubungan seks, juga baik-baik saja. Ditanya sudah orgasme atau belum, Karin juga selalu bilang, “Sudah”. "Lalu kepuasan opo maneh sing digoleki iku? Ra teko mikir aku. Prosoku aku yo wes kreatif,” kata Donwori, bingung.

Tak sadar dengan kelemahannya ini, Donwori belum mau menyerah. Bahkan cerita ini ia sampaikan di sebuah kantor pengacara yang berada di samping Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, kemarin (25/6). Ia ingin minta bantuan untuk mempertahankan pernikahan. Meskipun istrinya juga kekeuh ingin bercerai. 

Jika dilihat-lihat sih, badan Donwori memang kekar dan besar. Perawakannya macam binaragawan. Macam Agung Hercules yang dulu, dengan otot yang terekspos ke mana-mana. Tapi kembali lagi, kata seorang pengacara, yang besar belum tentu memuaskan. Yang besar akan kalah dengan yang lincah. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia