Rabu, 24 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Inilah Proses Aborsi Ilegal dengan Obat Tukak Lambung

26 Juni 2019, 13: 49: 46 WIB | editor : Wijayanto

DIBONGKAR: Para tersangka kasus aborsi ilegal yang diotaki teller apotek.

DIBONGKAR: Para tersangka kasus aborsi ilegal yang diotaki teller apotek. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Tersangka praktik aborsi ilegal, Laksmita Wahyuning Putri mengaku kebanyakan wanita yang datang membeli obat darinya karena hamil di luar nikah. Mereka takut kehamilannya akan diketahui keluarga atau tetangga sehingga ingin menggugurkannya.

"Prosesnya obat diminum satu, dan dimasukkan ke alat kelamin (vagina) satu. Selama enam kali sehari," terang Laksmi sambil menunduk malu.

Obat tersebut harus diminum dalam waktu jarak satu jam. Setelah minum obat tersebut, rata-rata pelaku aborsi mengalami nyeri dan pendarahan di alat kelaminnya.

"Rata-rata sukses tidak pernah gagal. Usia kandungan (yang bisa digugurkan) di bawah tiga bulan," lanjutnya.

Sekali membeli, pasien ditarik Rp 1 juta hingga Rp 3,5 juta. Tersangka Laksmi mengaku menggunakan uang hasil praktik aborsi tersebut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Selain untuk membeli tas bermerek untuk gaya hidupnya.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 1 buah kotak kemasan obat  chromalux tablet misoprostol 200 mcg, 1 strip obat chromalux tablet misoprostol 200 mcg, 1 strip obat chromalux tablet misoprostol 200 mcg, 2 butir obat jenis cytotec misoprostol 200 µg, 2 butir obat jenis invitec misoprostol tablet 200 mcg, 1 botol larutan infus, 1 bungkus tisu basah, 1 lembar resep obat, 2 buah handphone (HP), dan dua buah tas bermerk. 

Atas perbuatannya. para tersangka dikenakan pasal 83 Jo 64 Jo 194 UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Kesehatan dan Pasal 346 KUHP tentang menggugurkan kandungan atau menyuruh orang lain. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun kurungan penjara. (rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia