Selasa, 16 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Teller Apoteker Buka Praktik Aborsi dengan Obat Tukak Lambung

26 Juni 2019, 13: 45: 08 WIB | editor : Wijayanto

DIRINGKUS: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka komplotan praktik aborsi yang diamankan di Mapoda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa

DIRINGKUS: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka komplotan praktik aborsi yang diamankan di Mapoda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (25/6). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap praktik aborsi yang dilakukan teller apoteker dengan cara memberi obat keras untuk lambung. Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan (rutan) Mapolda Jatim.

Para tersangka yang diamankan atas keterlibatan praktik aborsi illegal itu adalah Laksmita Wahyuning Putri, 28, warga Jalan Maspati V RT 03 RW 06, Bubutan yang tinggal di Jalan Karah 168. Selain itu, Tri Suryanti, 30, warga Kelurahan Juron, Nguter Sukoharjo; M Syaiful Arif, 32, warga Jalan Bulak Setro III RT 01 RW 05, Bulak.

Lalu, Retno Muktia Sari, 26, warga Jalan Pulo Tegalsari VII, Wonokromo; M Busro, 34, warga Jalan Tambak Pring Timur RT 03 RW 06, Asemrowo; Vivi Nurmalasari, 26, warga Jalan Siwalankerto Utara RT 04 RW 03, Siwalankerto; dan Fauziah Tri Arini, 32, warga Jalan Tawangsari Barat RT 19 RW 04, Taman, Sidoarjo.

Dari data yang dihimpun Radar Surabaya, pengungkapan berawal dari informasi masyarakat terkait adanya praktik aborsi tidak sesuai ketentuan undang-undang oleh seorang yang bukan tenaga kesehatan. Selanjutnya, aparat melakukan kegiatan under cover untuk mengungkap praktik tersebut.

Pada April 2019, petugas menuju salah satu hotel di kawasan Jalan Diponegoro Surabaya. Dari kamar nomor 1120, petugas menangkap Laksmita beserta barang buktinya. Setelah itu, polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap M Syaiful Arif, Retno Muktia Sari dan Tri Suryanti. M Syaiful dan Retno merupakan orang yang membawa tersangka Tri Suryanti ke Laksmita untuk menggugurkan kandungan.

Selanjutnya setelah dilakukan penelusuran, pemasok obat yakni M Busro, Vivi Nurmalasari dan Fauziah Tri Arini dibekuk. Mereka dibekuk lantaran menjadi penyuplai obat keras Chromalux Misoprostol tablet 200 mcg, cytotec misoprostol tablet 200 µg dan invitec misoprostol tablet 200 mcg.

"Tersangka LWP (Laksmita Wahyuning Putri, Red) melakukan praktik aborsi menggugurkan kandungan tersangka TS (Tri Suryanti, Red) dengan menggunakan obat-obatan itu," terang Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin.

Arman menjelaskan, obat yang dipakai tersangka merupakan obat keras yang tidak bisa dijual bebas untuk umum dan perolehannya hanya dapat dilakukan dengan resep dokter.

Beberapa sediaan farmasi atau obat dengan merk dagang yang komposisinya berisi dan mengandung misoprostol sejatinya adalah obat untuk tukak lambung, tapi mempunyai efek samping melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi) dan meningkatkan kontraksi rahim (uterus). Efek samping tersebut yang digunakan pelaku untuk melakukan aborsi.

Menurut Arman, dari hasil penyelidikan, pelaku sudah beraksi sejak dua tahun lalu. “Tersangka tidak membuka klinik, tapi menggunakan rumah dan hotel untuk beraksi. Kurang lebih ada 20 orang yang telah membeli obat penggugur itu,” terangnya.

"Ada tujuh TKP di Jatim mulai di Sidoarjo, Surabaya, Blitar dan Banyuwangi (yang dipakai tersangka). Latar belakang tersangka LWP adalah teller apotek," sebut mantan kapolres Probolinggo itu. Saat ini, polisi masih menyelidiki 11 orang perempuan yang sudah menggunakan jasa para tersangka untuk menggugurkan kandungannya. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia