Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Ombak Tinggi, Kapal ke Bawean Dilarang Berlayar Dua Hari

25 Juni 2019, 11: 11: 23 WIB | editor : Wijayanto

OMBAK TINGGI: Pelayaran Gresik-Bawean maupun sebaliknya dipastikan berhenti selama dua hari karena ombak tinggi.

OMBAK TINGGI: Pelayaran Gresik-Bawean maupun sebaliknya dipastikan berhenti selama dua hari karena ombak tinggi. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Pelayaran Gresik-Bawean maupun sebaliknya kembali terhenti. Penyebabnya, masih sama karena cuaca buruk. BMKG merilis tinggi gelombang diperairan Bawean bisa mencapai 2,5 meter.

Dinas Perhungan (Dishub) Kabupaten Gresik mengaku memang ada larangan berlayar untuk tiga kapal. Sebab, kondisi gelombang laut sedang buruk. Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Gresik Roni Soebiyantoro.

Menurut dia, larangan beroperasi ketiga kapal dimulai hari ini 25 Juni hingga Rabu 26 Juni. Ketiga kapal cepat itu yakni, Ekspress Bahari, Natuna Ekspress, dan Blue Sea Jet.

“Rekomendasi dari BMKG kami sudah menerima. Tinggi gelombang memang mencapai 2 meter lebih. Untuk keputusan larangan berlayar ada di KSOP,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Laut Dishub Gresik Amri. Menurut dia, untuk penumpang sendiri sampai saat ini masih tinggi. Pihaknya mendapat laporan penumpang dari Bawean masih penuh.

“Ini dapat laporan untuk Natuna dari kapasitas 250 penumpang sudah penuh. Untuk yang lain data belum masuk,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Lalu Lintas Laut KSOP Gresik Hotman Siagian saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya gelombang tinggi. Pihaknya sudah menerima rekomendasi dari BMKG. Untuk itu KSOP Gresik mengeluarkan surat larangan berlayar baik dari pelabuhan Gresik ke Bawean maupun sebaliknya.

“Yang jelas, sesuai data BMKG tinggi gelombang diatas 2 meter berlangsung dua hari. Namun, pihaknya tetap akan memantau,” ujarnya.

Untuk menentukan izin berlayar tersebut, KSOP Gresik mengacu pada data cuaca terdetail yang keluar enam jam sekali. Sehingga apabila hari ini ada update cuaca untuk hari Rabu cuaca sudah bagus pelayaran kemungkinan bisa aktif kembali. “Data yang 24 hanya sebagai data awal. Untuk penentuan izin pelayaran memakai yang terakhir,” pungkasnya. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia