Selasa, 20 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Gresik

Petinggi Parpol Bahas Pembagian Alat Kelengkapan Dewan

25 Juni 2019, 10: 48: 57 WIB | editor : Wijayanto

BAGI JATAH: Lima pmpinan parpol mulai membahas pembagian alat kelengkapan dewan periode 2019-2024.

BAGI JATAH: Lima pmpinan parpol mulai membahas pembagian alat kelengkapan dewan periode 2019-2024. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

Petinggi Parpol Bahas Pembagian Alat Kelengkapan 

Rofiq/Radar Gresik

GELAR PERTEMUAN : 5 Pimpinan parpol mulai membahas pembagian alat kelengkapan dewan periode 2019-2024.

SIDOARJO – Menjelang pelantikan anggota DPRD Kabupaten Gresik periode 2019-2024, para petinggi partai politik (parpol) gelar pertemuan. Mereka mulai melakukan pembahasan mekanisme pembagian alat kelengkapan dewan (AKD) baru. Rencananya, akan ada pertemuan lanjutan untuk memastikan mekanisme apa yang nanti akan dipakai untuk membagi AKD.

Pada pertemuan tersebut dihadiri lima orang ketua parpol. Yakni, Ketua DPD Golkar Gresik Ahmad Nurhamim, Ketua DPC Demokrat Edi Santoso, Ketua DPC PPP Ahmad Nadzir, Ketua DPD PAN Khamsun serta Sekertaris DPC Nasdem Musa.

Ketua DPD Golkar Gresik Ahmad Nurhamim saat dikonfirmasi membenarkan adanya pertemuan tersebut. “Iya, memang semalam kami sudah bertemu. Ada lima parpol yang ikut dalam pertemuan tersebut,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, memang ada pembahasan terkait alat kelengkapan dewan (AKD). Namun, sifatnya hanya sebatas membahas mekanisme apa yang nanti akan dipakai untuk pembagian AKD. “Tidak ada pembagian-pembagian jatah AKD. Kami hanya membahas sistemnya saja,” ungkap dia.

Salah satu mekanisme yang muncul dalam pembahasan yakni terkait dengan pembagian jabatan strategis AKD tanpa melihat jumlah kursi. Tetapi melihat kemampuan dan pengalaman anggota parpol. “Jadi tidak melihat jumlah kursinya. Tapi melihat kemampuannya. Untuk yang baru nanti bisa belajar dari yang sudah berpengalaman,” terangnya.

Sehingga, meskipun Golkar mendapatkan kursi 8 dan PAN hanya 3 tidak harus Golkar yang menjadi Ketua AKD. Namun, dilihat dulu siapa kadernya yang paling mumpuni. “Menurut kami system ini bisa membuat kinerja DPRD Gresik lebih maksimal. Dari pada memaksakan kadernya yang belum mumpuni untuk memegang jabatan strategis,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Musa, Sekertasi DPC Nasdem Gresik. Menurut caleg baru dari Dapil Bawean ini, dalam pertemuan tersebut hanya terkait dengan komitmen membangun koalisi parlemen untuk memperkuat fungsi control. “Koalisi ini kami bangun untuk memperkuat dewan dalam melakukan pengawasan kinerja pemerintah bukan untuk yang lain,” terangnya. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia