Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

JCH Mulai Lakukan Pemantapan Jelang Haji

23 Juni 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Pemantapan Jelang Haji

Pemantapan Jelang Haji (dok)

Share this      

SIMO RUKUN- Jamaah Calon Haji (JCH) yang berasal dari Surabaya, pada Sabtu (22/6) serentak mendapatkan pembekalan manasik haji yang diselenggarakan di Kantor Urusan Agama (KUA) masing-masing kecamatan di wilayah Surabaya. Dari pantauan Radar Surabaya di kecamatan Sukomanunggal, tampak pihak dari Kamtor Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya memberikan pembekalan kepada 200 JCH yang berasal dari Kecamatan Sukomanunggal dan Asemrowo. 

Menurut pemateri pembekalan JCH Nurhasan, pembekalan tersebut dilakukan mulai 22 hingga 27 Juni. Pembekalan tersebut melingkupi persiapan selama haji hingga pelaksanaan haji. “Tadi kami berikan materi-materi rukun haji, dan juga terkait dengan kesiapan mental JCH agar nantinya bisa melakukan haji dengan khusyuk di Tanah Suci,” katanya kepada Radar Surabaya.

            Selama Sabtu hingga Kamis, JCH akan mendapatkan materi yang berbeda-beda, hingga nantinya pada pelaksaan manasik khusus yang akan dilakukan pada Rabu (26/6). “Ya setiap harinya materi berbeda-beda, nantinya juga yang mengisi materi juga beda. Saya saat ini mengisi materi terkait dengan penguatan mental JCH selama di Tanah Suci. Besok Minggu juga materinya seputar syarat wajib haji, rukun haji, dan juga terkait menjaga fisik selama di Tanah Suci, karena haji membutuhkan fisik yang prima dan nantinya pelaksaan manasik haji, seperti tawaf, sa’i dan sebagaianya akan dilakukan pada Rabu,” terangnya.

            Sementara itu, salah JCH yang berasal dari Kecamatan Sukomanunggal, Khodim mengaku, dirinya siap lahir batin untuk pelaksanaan ibadah haji baik secar fisik maupun mental. “Kemarin saya sudah cek fisik di puskesmas mas, hasilnya bagus, jadi saya siap untuk berangkat menunaikan ibadah haji,” ucapnya. 

Rencananya, Khodim akan berangkat tanggal 27 Juli pada gelombang kedua di kloter 67. “Waktunya mepet, jadi sekarang tinggal pembekalan apa saja yang di harus disiapkan selama di sana (Tanah Suci, Red),” terangnya. 

            Menurut Kasi Haji dan Umroh Kemenag Surabaya Suba’i, pembakalan ibadah haji ini merupakan rangkain manasik khusus yang dilakukan kepada JCH yang dinyatakan berangkat pada haji tahun 2019. Dalam manasik haji ini para JCH diberikan materi hingga melakukan manasik yang dilakukan oleh masing-masing KUA di tiap-tiap kecamatan. Namun tidak hanya itu saja, nantinya sebelum berangkat JCH juga akan diberikan uang untuk biaya hidup di Tanah Suci. “Nanti JCH akan nerima living cost sebesar 1500 real, atau sekitar Rp 5,6 juta per orang untuk biaya selama di Tanah Suci, dan akan diterima setelah masuk ke asrama haji,“ pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia