Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Ubah Botol Kaca Bekas Jadi Lebih Cantik dengan Benang

22 Juni 2019, 15: 59: 12 WIB | editor : Wijayanto

KERAJINAN TANGAN: Bertynalia (kiri) dan Erni Surjanti membuat kerajinan tangan dari botol bekas yang dihias benang wol dalam workshop yang digelar di

KERAJINAN TANGAN: Bertynalia (kiri) dan Erni Surjanti membuat kerajinan tangan dari botol bekas yang dihias benang wol dalam workshop yang digelar di House of Sampoerna Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Dengan sentuhan kreativitas dan ketelatenan, sesuatu yang awalnya tak berguna bisa jadi sesuatu yang bernilai seni. Prinsip kerajinan ini juga dilakukan dalam ngodi. Seni menghias asal Bali dengan benang dan kain.

Seni ngodi ini diterapkan dalam workshop di House Of Sampoerna, Jumat (21/6). Memanfaatkan media gelas kaca dan plastik, seniman-seniman lukis yang tergabung dalam kelompok C5 memandu peserta untuk menghias botolnya. Setidaknya dua puluh orang turut bergabung dalam workshop tersebut.

Ada yang mengikuti intuisinya dengan menggambar karakter manusia dengan untaian benang. Ada yang merangkai membentuk suluran bunga. Ada yang menempelkan benang secara tak beraturan. Pun ada juga yang memblok botol mereka dengan benang. Kemudian menggambar aksen wajah di atasnya. Semua bebas mengikuti imajinasi masing-masing.

Seniman I Wayan Arnata yang memandu workshop tersebut menjelaskan, ngodi merupakan teknik menghias tradisional Bali yang luwes. Medianya bisa pakai apa saja. Dan menghiasnya dengan menempeli dan menjahit kain atau kertas di atas media tersebut.

Pada fungsi sakralnya, ngodi digunakan untuk menghias ternak sesajen atau mayat dalam upacara ngaben. Untuk fungsi tradisi seperti ini, membuat ngodi memerlukan pakem tersendiri. "Kalau memanfaatkan barang fungsional seperti ini, maka tak perlu pakem, disesuaikan dengan kreativitas saja," jelasnya.

Karena hanya membutuhkan membutuhkan benang dan lem, proses menghias dengan ngodi sebenarnya lebih sederhana. Hanya saja dibutuhkan ketelatenan ekstra untuk menempelkan benang di atas media yang susah.

Hal ini karena lem kayu yang digunakan untuk perekat, membutuhkan waktu cukup lama untuk tertempel. "Keterampilan ini sebenarnya termasuk paling mudah, hanya butuh telaten saja. Karena kalau lem belum kering lalu tak sengaja tersentuh, pola bisa bergerak-gerak," terang Erny Soerjanti, salah satu peserta workshop. (is/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia