Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Khofifah Putuskan PPDB Zonasi Jalan Terus, Siswa Cerdas Dijamin Masuk

22 Juni 2019, 08: 09: 08 WIB | editor : Wijayanto

Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Indar Parawansa (DOK/JPC)

Share this      

SURABAYA - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Hudiono menegaskan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi sudah melalui pertimbangan dan evaluasi. Pihaknya sudah berkali-kali mengajukan evaluasi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meskipun tidak disetujui.

“Artinya, sebelum kebijakan ini benar-benar diterapkan, kami  sudah mengajukan beberapa evaluasi dan pertimbangan,” ujarnya usai rapat paripurna di Gedung DPRD Jatim, Kamis (20/6).

Hudiono mengatakan, penentuan jarak rumah calon siswa dengan sekolah sudah melalui kesepakatan bersama. Rujukannya Google Maps. Ia menolak pendapat yang mengatakan bahwa siswa yang nilai ujian nasionalnya tinggi tidak masuk ke sekolah negeri. “Tidak benar itu. Saya jamin nilai tinggi pasti masuk,” tegasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setdapropv Jatim ini menegaskan, tidak ada perubahan dalam sistem PPDB tahun ini. Sebab, sistemnya sudah sesuai Permendikbud 51 Tahun 2018.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku pernah menemui wali murid yang menyampaikan agar tidak PPDB jenjang SMA tidak menggunakan zonasi. Wali murid tersebut juga sudah menemui Dirjen Dikdasmen Hamid Mochammad minta agar permendikbud tersebut tidak diberlakukan di Kota Surabaya. 

“Saya juga sudah ketemu langsung Pak Menteri. Saya sampaikan terkait apa yang terjadi di Jawa Timur, khususnya Surabaya. Bahkan, Plt Kepala Dinas Pendidikan juga sudah ketemu Dirjen Dikdasmen menyampaikan hal yang sama. Saya juga sudah telepon Dirjen Dikdasmen. Beliau mengatakan tidak bisa berubah dan harus dibuka kembali. Beliau mengatakan tidak ada alasan untuk ditutup,” ungkapnya.

Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim sangat mengapresiasi para murid yang nilainya bagus. Maka, di luar permendikbud, siswa dalam zona yang sama ada kuota 20 persen untuk siswa yang nilai UN-nya bagus.

“Saya khawatir bahwa pemahaman zonasi seolah-olah yang dekat dengan SMA tertentu. Padahal, siswa ini bisa mendaftar dengan zona yang sama di Surabaya dibagi dua zona. Misalnya, prestasinya sangat bagus, mereka punya kesempatan untuk mengikuti proses pendaftaran di SMA yang pilihannya sangat banyak. Satu zona itu ada 10 hingga 15 SMA negeri,” terangnya.

Selain itu, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim juga mengakomodasi keluarga kurang mampu (termasuk keluarga buruh) dengan memberikan kuota 20 persen. Menurut dia, ini merupakan cara pemprov memotong mata rantai kemiskinan.

“Di mana-mana di dunia memotong mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, beri kesempatan anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan tis-tas, yakni gratis namun berkualitas,” jelasnya.

Khofifah mengatakan, pihaknya juga menyediakan kuota melalui jalur prestasi sebesar 5 persen dan jalur pindah tugas orang tua 5 persen. Dia berharap para wali murid bisa memahami sistem zonasi yang berlaku di seluruh Indonesia. “Akan sangat baik kalau kita mengikuti kebijakan itu,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Jatim Hartoyo mengatakan, pihaknya juga menampung keinginan wali murid dan menindaklanjuti ke kemendikbud. Namun, usulan dewan itu tak hanya ditolak, tapi juga terancam dikenakan sanksi. “Yakni bantuan-bantuan untuk sekolah akan ditangguhkan atau tidak dicairkan,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, karena ditolak, akhirnya pihaknya melakukan terobosan dengan membuat dua zona, yakni wilayah selatan dan utara. Di tengah perjalanan, banyak pihak yang mengeluh karena di banyak kecamatan tidak ada SMAN negeri. “Ini yang akhirnya menjadi polemik. Seharusnya sebelum membuat kebijakan, dipanggil terlebih dulu kepala dinas pendidikan se-Indonesia,” tegasnya.

Terpisah, Tim Teknis PPDB Jawa Timur dari ITS Dwi Sunaryono memastikan sistem zonasi telah bekerja dengan baik sejak pengambilan PIN hingga proses pendaftaran. Dia membantah tudingan bahwa server down lantaran tidak mampu menampung daya akses pendaftar.

“Kami pastikan tidak akan down karena sudah teruji sejak tahun 2017. Kekuatannya bisa mencapai 120 ribu per detik, sedangkan page session maksimum 70 ribu per detik. Pada awal pembukaan pendaftaran page session sudah mencapai 48 ribu per detik. Silakan dicek,” katanya.

Dwi juga mengaku melibatkan banyak orang dalam tim ini. Dosen 10 orang, sedangkan mahasiswa ada 20 orang. Selain itu, ada tim yang disebar di 23 cabang dinas masing-masing satu orang. “Tim di ITS ini bekerja 24 jam dengan sistem shift. Sedangkan di daerah mengikuti jam kerja cabang dinas,” katanya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia