Sabtu, 07 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Mal Belum Buka, Army Rela Antre Demi Kaus BTS

21 Juni 2019, 21: 16: 26 WIB | editor : Abdul Rozack

DISERBU: Para army yang memborong merchandise berupa kaos dengan karakter BTS di salah satu store retailer di Tunjungan Plaza, Jumat (21/6).

DISERBU: Para army yang memborong merchandise berupa kaos dengan karakter BTS di salah satu store retailer di Tunjungan Plaza, Jumat (21/6). (ISMAUL CHOIRIYAH/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Antrean panjang terjadi di depan store Uniqlo Tunjungan Plaza Surabaya, Jumat (21/6) pagi. Antrean ini dipenuhi oleh Army, sebutan fans grup K-Pop asal korea BTS. Mereka menunggu sejak sebelum mal buka untuk membeli kaus BT21, kaus kolaborasi pertama antara Uniqlo dengan BTS.

Setidaknya terdapat 500 orang yang rela mengantre panjang di depan store retailer high street asal Jepang ini. Mereka bahkan rela datang sejak pukul delapan pagi. Agar mendapatkan antrean paling depan. Salah satunya Reza Herlambang. Staff promotion dari Tunjungan Plaza ini bahkan rela mengantre di parkiran dari pukul delapan pagi demi mendapat antrean pertama. "Karena mal buka pukul 10.00 ya, jadi yang beli antrenya di parkiran mobil," jelasnya. 

Di edisi BT21 ini, Reza memborong 12 koleksi lengkap kaus kolaborasi antara Uniqlo dan BTS ini. Sebagai fans, ia mengaku bangga jika memiliki semua koleksi kaus dari boyband idolanya. Baginya satu kaus seharga 149 ribu tidaklah mahal dibandingkan dengan kebanggaan telah mendapatkan kaus dari sang idola. "Ada rasa bangga gitu kalau punya semuanya. Lagian kainnya adem jadi nggak rugi juga belinya," imbuhnya.

Lain Reza, lain juga Miena Ayu Pramesti. Gadis yang duduk di bangku SMA kelas XII ini mengaku menjadi budak cinta (bucin) BTS setelah sang kakak meracuninya dengan video-video BTS setiap hari. "Aku nge-fans baru-baru aja, dari April lalu, makanya masih bucin, ada koleksi dengan BTS aku ambil soalnya bisa untuk pamer aja gitu," paparnya. 

Diantara antrean panjang itu, jangan dikira kpopers-kpopers itu hanya datang dari remaja. Bahkan dewasa usia 30 tahunan, emak-emak 40 tahunan, juga rela antre demi kaus yang hanya keluar serentak hari ini. Salah satunya adalah pasangan suami istri Josephine,31, dan David Henrico,32. Keduanya bahkan membawa dua keranjang penuh berisi kaos edisi terbatas ini. "Saya kebetulan tinggal di NTB, mumpung ke Surabaya dan ada ini, jadinya borong sekalian, bisa untuk saudara sekalian," ujarnya. 

Pemandangan antrean mengular ini tak hanya terjadi di Tunjungan Plaza Surabaya. Seluruh Uniqlo di Tanah Air juga merasakan hype-nya. Tak terkecuali Uniqlo yang berada di Pakuwon Mall dan Galaxy Mall. 

BT21 adalah karakter stiker buatan para personel BTS hasil kolaborasi dengan Line. Gambarnya yang lucu dan istimewa yang membuatnya membuat karakter ini laris manis di Line. 

Fenomena laris manisnya merchandise dari artis ini mendapat sorotan dari Rahma Sugihartatik, peneliti budaya populer. Fenomena ini ia sebut sebagai representasi kesuksesan strategi kapitalisme budaya populer dalam memperpanjang pengalaman mengkonsumsi produk-produk sinergistik. Sehingga membuat konsumen terus melakukan proses buying tanpa pikiran rasional. 

Kapitalisme budaya populer, menurutnya, tidak akan berhenti memproduksi suatu produk budaya populer. Malah terus memperpanjang pengalaman untuk fans dengan membuat produk sinergistik. Misalnya ada sebuah boyband, produk sinergistiknya seperti games, stickter Line, hingga berbagai merchandise. Sehingga produk terus laris di pasaran dan mudah di ingat. Sehingga membuat fans terikat dengan produk tersebut.

"Sehingga, ada fenomena perempuan yang memajang foto-foto artis idolanya di kamar, membeli segala merchendise yang ada fotonya idolanya. Membayangkan kalau si artis bisa dekat di kehidupan nyata. Ya seperti ini trik dari kapitalisme budaya populer agar konsumen tetap ter-engage sepanjang masa," paparnya. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia