Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Hari Ini Terakhir PPDB SD, Banyak yang Belum Lengkapi Berkas

20 Juni 2019, 10: 53: 55 WIB | editor : Wijayanto

ONLINE: Kepala Sekolah SDN Sidokepung 2, Purnomo memantau entry data ke sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

ONLINE: Kepala Sekolah SDN Sidokepung 2, Purnomo memantau entry data ke sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Kamis (20/6) hari ini adalah hari terakhir Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SD. Di SDN Sidokepung 2 dan SDN Sidokerto, beberapa pendaftar belum melengkapi berkas pendaftaran. Padahal hari ini menjadi batas akhir mengunggah secara online data tersebut. 

Di SDN Sidokepung 2, berkas yang belum dipenuhi seperti Surat Keterangan Domisili (SKD). “Di sini banyak pendatang. Tinggal SKD saja yang belum,” kata Kepala SDN Sidokepung 2 Purnomo kepada Radar Sidoarjo, Rabu (19/6). 

Tercatat jumlah pendaftar di sana sudah mencapai 50 siswa dari pagu online sebanyak 56 siswa. Jika sampai penutupan pagu belum terpenuhi, sekolah akan memperpanjang pendaftaran melalui jalur offline.

Sementara itu di SDN Sidokerto, berkas yang belum dilengkapi diantaranya adalah hasil tes IQ siswa inklusi. Sudah ada tujuh siswa inklusi yang mendaftar. Enam siswa sudah menyerahkan dokomen lengkap yakni hasil assessment dari psikolog dan hasil tes IQ. “Tinggal satu siswa yang belum,” kata Kepala SDN Sidokerto Ponidi Karyono.  

Di SDN Sidokerto, jumlah pendaftar sudah melebihi pagu. Yakni 76 dari 56 pagu yang tersedia. “Jika masih banyak warga asli sini yang belum diterima, kami siap buka rombongan belajar baru,” tambah Ponidi. 

Sehingga, jika penambahan kelas tersebut jadi dilaksanakan, rombel di SDN Sidokerto menjadi tiga kelas.

Sebagai sekolah percontohan untuk siswa inklusi, SDN Sidokerto banyak diburu wali murid dengan anak berkebutuhan khusus. Meskipun menjadi sekolah ramah inklusif, jumlah siswa inklusi di tiap kelasnya tetap dibatasi. Maksimal tiga siswa. Sehingga total keseluruhan siswa inklusi yang baru, berjumlah sembilan orang.

“Akan kami arahkan ke sekolah lain. Kalau inkusinya berat, akan kami sarankan ke Sekolah Luar Biasa, agar mendapat perhatian lebih,” tungkasnya. (rpp/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia