Kamis, 24 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Lukisan Abstrak dari Benang Warna-Warni

20 Juni 2019, 08: 40: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ABSTRAK: Seorang pengunjung mengamati karya lukis, yang dipamerkan di Galeri Paviliun House of Sampoerna (HoS) Surabaya, Rabu (19/6). Pameran yang men

ABSTRAK: Seorang pengunjung mengamati karya lukis, yang dipamerkan di Galeri Paviliun House of Sampoerna (HoS) Surabaya, Rabu (19/6). Pameran yang menampilkan seni lukis abstrak tersebut, diikuti oleh delapan orang perupa yang tergabung dalam C5 Bali. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

TAMAN SAMPOERNA - Lukisan dari cat air atau cat minyak sudah biasa. Namun lukisan dari benang warna-warni. Ditempel tak beraturan di atas kanvas berukuran super besar, mungkin hanya I Wayan Arnata, yang nekat membuatnya. 

Di atas kanvas berukuran 118 x 118 sentimeter ini, Wayan menempelkan benang-benangnya. Ada yang dibuat vertikal, menjulur ke bawah, horizontal menabrak dan menumpuk satu di antara yang lain. Ada yang  dipasang dalam keadaan ruwet, dengan tali saling bertautan, ada yang diurai kecil-kecil. Bahkan ada yang menyembul membentuk bunga berwarna pink, menyisakan satu hal yang manis untuk di lihat. Teknik pemasangan itu Wayan namakan ngodi. Sebuah teknik kreasi benang tradisional Bali. 

Wayan menamai karyanya ini sebagai Intuition alias intuisi. Sebuah pemikiran yang kadang bisa lurus, menunjukan pada sebuah kebenaran, pun bisa kelabu. Semua rasa yang dimiliki manusia, ia tuangkan semua ke dalam lukisan ini.

Benang memang lekat dengan kehidupan seniman asal Gianyar Bali ini. Di Bali, benang warna-warni ini dipakai untuk penghias beberapa sarana prasarana. Salah satunya, juga dikenakan untuk menghias mayat saat prosesi upacara ngaben. Benang-benang ini, selalu mengingatkan jebolan ISI Jogjakarta ini dengan kenangan masa kecil sang kakek. Dimana sang kakek sangat terampil membuat kerajinan. 

I Wayan Arnata bukan satu-satunya seniman yang memamerkan karya di Galery Paviliun House of Sampoerna (HoS). Selain dia, ada enam seniman lain (seharusnya delapan) dari komunitas pelukis C5 Bali  yang juga turut memamerkan karyanya. Kenapa ditulis seharusnya? karena satu di antara seniman telah berpulang. Korban dari keganasan pemilu serentak April lalu. Pembuluh darahnya pecah karena kelelahan mengurus benda mati itu. Kini hanya karyanya yang tersisa. Salah satunya dibawa ke Surabaya. Sangat indah dengan nuansa silver. Meskipun semua lukisan yang dipamerkan abstrak, lukisan berjudul Number (Circle Series) milik I Made Supena ini terlihat indah, bak rembulan yang menyinari daratan hingga terang. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia