Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Ada 85 Lintasan KA Tanpa Palang Pintu, Dishub Hanya Pasang 6 Sirine

19 Juni 2019, 15: 43: 06 WIB | editor : Wijayanto

BERBAHAYA: Salah satu perlintasan kereta api di Desa Gelam yang tak berpalang pintu.

BERBAHAYA: Salah satu perlintasan kereta api di Desa Gelam yang tak berpalang pintu. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Banyaknya perlintasan kereta api yang tak berpalang pintu di Sidoarjo seringkali menyebabkan kecelakaan. Hal itu membuat Dinas Perhubungan Sidoarjo akan memasang Early Warning Sistem (EWS) di beberapa titik. Terutama di perlintasan yang diketahui tak berpalang pintu.

Kasi Sarana dan Prasarana Dishub Sidoarjo Rizal Asnan mengatakan, pemasangan EWS tersebut memang diprioritaskan di perlintasan kereta api yang tak berpalang pintu. Ada 6 titik yang akan dipasang EWS. Seperti di perlintasan Tenggulunan. Di lokasi tersebut dekat dengan pemukiman dan beberapa kali terjadi kecelakaan.

Penggunaan sistem EWS tersebut nantinya akan mendeteksi kereta yang hendak melintas. Caranya dengan mengeluarkan bunyi yang terdengar beberapa km sebelum kereta api melintas. "Sehingga sirine tersebut berfungsi sebagai peringatan," katanya.

Keenam titik tersebut merupakan pemasangan EWS untuk tahun ini. Untuk satu titik, anggarannya mencapai 450 juta. Kendati cukup mahal, namum penggunaan EWS tersebut dirasa cukup efisiensi. Sebab pemberian EWS tidak akan lagi membutuhkan tenaga manusia. Dan itu akan menghemat dari sisi anggaran setiap bulannya. “Penambahan petugas palang pintu regulasinya juga dirasa sangat sulit,” terangnya.

Namun demikian, proses perencanaan tersebut saat ini sudah selesai. Namun masih melakukan proses kelengkapan beberapa prosedur. Rizal mengatakan, pihaknya menargetkan setidaknya bulan depan sudah mulai masuk lelang. Sehingga pemasangan EWS dapat segera dilakukan. “Tunggu saja, ini prosesnya sedang berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, terdapat beberapa titik perlintasan kereta api di Sidoarjo yang diketahui tak memiliki palang pintu. Dari 140 titik, terdapat 85 titik yang belum berpalang. Hal itulah yang nantinya akan diprioritaskan untuk diberi EWS, sebagai pengganti palang pintu kereta api.

Kendati jumlah perlintasan kereta api cukup banyak yang tak berpalang pintu, namun dishub sudah melakukan beberapa antisipasi. Salah satunya dengan menutup akses beberapa jalan yang melintasi perlintasan kereta api yang tak memiliki pengaman. Sehingga baik pejalan kaki hingga pengendari tidak lagi melintas. “Terutama di kawasan yang rawan, kita sudah tutup,” paparnya. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia