Selasa, 16 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Lakukan Uji Kedalaman, Separo Jalan Yos Sudarso Ditutup

19 Juni 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Walikota Surabaya Tri Rismaharini sidak lokasi pembangunan alun-alun Balai Pemuda

Walikota Surabaya Tri Rismaharini sidak lokasi pembangunan alun-alun Balai Pemuda (dok)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melanjutkan proyek pengerjaan Alun-alun Surabaya dengan memulai pelaksanaan pile integrity test (PIT) basemen Balai Pemuda yang ada di sisi Jalan Yos Sudarso. Untuk mendukung pengerjaan itu, maka Pemkot Surabaya akan melakukan penutupan separuh Jalan Yos Sudarso.

"PIT ini penting untuk mengetahui letak dan kedalaman infrastruktur dan jaringan bawah tanah yang ada di Jalan Yos Sudarso. Seperti kabel fiber optik, pipa PDAM, ataupun utilitas kecil lainnya," ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DKPCKTR) Chalid Buhari saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Selasa (18/6).

Chalid mengatakan, PIT ini akan dimulai dari tanggal 20-24 Juni. Menurutnya selama dua hari, akan mengerjakan di sisi barat dan dua hari kemudian mengerjakan di sisi timurnya. "Jadi jalan Yos Sudarso ini tidak langsung ditutup total, tapi hanya ditutup separo jalan. Rencana galian PIT ini dilakukan dua tahap. Kira-kira nanti penggaliannya memiliki panjang 11 meter, lebar kurang lebih 1 meter dan kira-kira 2 meter,” ujarnya. 

Setelah PIT ini dilakukan maka proses selanjutnya adalah pembangunan basemen. Rencananya, proyek basemen di sisi Jalan Yos Sudarso ini akan dilakukan pada bulan Juli. "Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan basemen ini sekitar Rp 80 miliar terbagi yang terbagi dua. Tahun ini anggaran yang digunakan Rp 24 miliar untuk pembangunan pancang dan rongga basemen. Baru tahun 2020 target selesai dengan anggaran Rp 56 miliar," jelasnya.

Chalid mengatakan, selama pengerjaan basemen, pihaknya menutup total Jalan Yos Sudarso dan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dishub Surabaya serta pihak kepolisian untuk menyiapkan rekayasa arus lalu lintas.

Sementara itu Kepala Bidang Bangunan dan Gedung DKPCKTR Surabaya Iman Kristian menjelaskan, Alun-Alun Surabaya ini memiliki luas total 14.620 meter persegi atau sekitar 1,46 hektare. Di lantai pertama, akan menjadi sebuah plaza mewah bawah tanah dan juga bisa dijadikan tempat nongkrong oleh warga Surabaya. Sedangkan di lantai dua, akan dibangun tempat parkir yang luasnya mencapai 6.050 meter persegi. Tempat parkir ini akan mampu menampung 120 mobil dan 125 sepeda motor. 

Basemen bawah tanah alun-alun ini akan memiliki berbagai fasilitas, seperti tangga, eskalator, dan lift khusus disabilitas. Sedangkan untuk alun-alun sebelah timur dilengkapi dengan amphitheatre dan tribun tempat duduk untuk pertunjukkan seni. Bahkan, alun-alun sebelah timur nantinya juga bakal dibangun patung Sawunggaling dan diorama sejarah tentang Kota Surabaya. “Yang unik dan memunculkan kemegahan, nanti alun-alun ini akan dilengkapi air mancur menari dan juga dome kaca yang futuristik,” paparnya. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia