Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Edukasi Kepelabuhanan Bagi ABK, Diajak Mengenal Kapal hingga Crane

19 Juni 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

EDUKASI YANG MENYENANGKAN: Daffa (dua kiri), salah siswa YPAC Semolowaru mendapatkan penjelasan dari karyawan Terminal Petikemas Surabaya tentang kepe

EDUKASI YANG MENYENANGKAN: Daffa (dua kiri), salah siswa YPAC Semolowaru mendapatkan penjelasan dari karyawan Terminal Petikemas Surabaya tentang kepelabuhan dengan menggunakan alat peraga di Aula YPAC Surabaya, Selasa (18/6). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Senyum kebahagiaan terpancar dari para siswa Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Surabaya menerima permainan tebak-tebakan tentang kepelabuhan dari karyawan Terminal Petikemas di Aula YPAC Surabaya, Selasa (18/7).

Dengan mengusung konsep belajar dan bermain tentang kepelabuhanan, kegiatan yang diikuti oleh 72 siswa YPAC disuguhkan dengan suasana pelabuhan, miniatur kapal, kontainer, truk, crane dan properti kepelabuhanan lainnya.

Tidak hanya itu, untuk lebih menghibur dan memancing antusiasme anak-anak, beberapa sukarelawan mengenakan kostum tokoh atau karakter yang berhubungan dengan laut, seperti Popeye, bajak laut, nahkoda.

Menurut Direktur Keuangan Terminal Petikemas Surabaya Budi Satriyo, acara tersebut konsepnya cukup berbeda, yakni mengajarkan materi kepelabuhan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, “Ini memang konsepnya beda jadi penyampaian materinya pun harus dikemas berbeda dengan materi untuk siswa pada umumnya,” katanya.

Selain itu hal ini sejalan dengan program Kementerian BUMN tentang perekrutan pegawai berkebutuhan khusus. Pelindo III dan TPS juga mulai melakukan perekrutan untuk pegawai-pegawai difabel.

“Sehingga ini moment yang pas untuk mulai memperkenalkan tentang dunia kepelabuhanan kepada anak-anak berkebutuhan khusus,” ungkapnya.

Selain menggunakan konsep kepelabuhanan, hadir juga seperti operator Rubber Tyred Gantry (RTG), operator Container Crane (CC), port security dan petugas lainnya yang semuanya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sebagai imbauan bahwa keselamatan adalah yang utama. “Sehingga di pelabuhan, kita wajib menggunakan APD seperti helm, rompi dan sepatu safety,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan itu siswa kelas IV, Romeo Daffa tampak antusias dalam materi pembelajaran yang berkonsep permainan tersebut. Apalagi ketika badut naik ke atas panggung untuk menghibur para siswa, “Senang dengan acaranya bisa tahu kapal-kapal di laut,” ucapnya sambil terbata-bata. 

Sementara itu salah satu pengajar YPAC Uswatun Khasanah mengaku senang dengan acara tersebut, sebab anak-anak didiknya bisa menyerap ilmu tentang kepelabuhan.

”Ya anak-anak sangat antusias dengan adanya acara tersebut, sebab ini hal yang baru bagi mereka sehingga menambah pengalaman dan juga wawasan, dan juga ini menjadi pembelajaran agar pendidikan di Indonesia lebih merata,” pungkasnya. (rmt/nur) 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia