Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Imbas PPDB Zonasi, Sekolah Muhammadiyah Ini Diserbu Murid

18 Juni 2019, 17: 52: 41 WIB | editor : Wijayanto

CEK: Tahap verifikasi berkas calon peserta didik baru SMPN 1 Tulangan, Selasa (18/6).

CEK: Tahap verifikasi berkas calon peserta didik baru SMPN 1 Tulangan, Selasa (18/6). (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Setelah melalui proses pendaftaran, Calon Peserta Didik Baru (CPBD) SMP Negeri saat ini memasuki tahap verifikasi data. Selasa (18/6), Radar Sidoarjo meninjau tahap ini ke SMPN 1 Tulangan. Sekolah tersebut merupakan satu-satunya di Kecamatan Tulangan itu. Murid baru didominasi warga dari tiga desa yaitu Gelang, Kenongo dan Kepatihan. 

Pagu yang tersedia di SMPN 1 Tulangan sebanyak 352 siswa dengan 11 rombongan belajar (rombel). Saat pendaftaran jalur prestasi lalu, sekolah telah menerima 18 siswa. Ada satu siswa inklusi yang sudah mendaftarkan diri ke sekolah tersebut. 

Waka Kesiswaan SMPN 1 Tulangan Sugiono membenarkan sekolahnya menjadi rebutan CPBD. “Kalau anak-anak SD sini, mau daftar ke SMPN Wonoayu atau Krembung jauh, pasti kalah saing,” terangnya. 

Dia mengungkapkan, banyak wali murid yang tidak terima dengan aturan zonasi ini. “Datang ke sini marah, saya diamkan saja. Selesai itu, baru saya jelaskan dan bisa diterima,” ujar bapak satu anak itu. 

Dengan aturan tersebut, sekolah swasta di Kecamatan Tulangan kini mulai diburu warga. Seperti di SMP Muhammadiyah 5 (Mulia) Tulangan. Lima kelas telah terisi penuh.

“Rame sejak 12 Juni setelah pengumuman hasil USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional, Red),” kata Kepala SMP Mulia Anik Mujiati kepada Radar Sidoarjo. 

Menurutnya, dengan sistem zonasi seperti ini, sekolah swasta tidak lagi dijadikan sebagai tempat limpahan anak-anak yang tidak masuk negeri. “Biasanya yang masuk swasta, yang nilai USBN-nya rendah. Tapi sekarang beda,” imbuhnya. 

Sekolah swasta, saat ini juga bisa mendapatkan murid cerdas dengan nilai yang tinggi. Ia membenarkan bahwa pemerataan pendidikan sebagai tujuan dari sistem zonasi dapat menjadi acuan bagi guru di sekolah swasta untuk meningkatkan kualitasnya.

“Wali murid sudah percaya pada kami, tinggal sekarang kita didik mereka agar kualitasnya tidak kalah dengan sekolah negeri,” tandas Anik. (rpp/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia