Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Vanessa Dituntut 6 Bulan, Pengacara Ajukan Gugatan ke MK

18 Juni 2019, 17: 15: 33 WIB | editor : Wijayanto

TETAP CAKEP: Artis sinetron Vanessa Angel dikawal petugas kejaksaan saat akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (17/6).

TETAP CAKEP: Artis sinetron Vanessa Angel dikawal petugas kejaksaan saat akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (17/6). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Setelah melalui persidangan yang panjang, jaksa penuntut umum (JPU) akhirnya menuntut Vanessa Angel. Artis FTV tersebut dituntut enam bulan penjara.

Saat mendengarkan tuntutan, Vanessa Angel tetap tampil cantik. Dia terlihat lebih tenang dibandingkan saat awal-awal persidangan yang kerap menghindari kamera wartawan. Bahkan sesekali dia melempar senyum dan usai sidang melayani permintan selfie pengunjung sidang.

Dalam persidangan, aktris yang heboh dengan transaksi prostitusi senilai Rp 80 juta itu dituntut dan diduga kuat bersalah setelah melanggar pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tuntutan tersebut dibacakan oleh JPU Sri Rahayu dan Nur Laila dari Kejati Jatim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (17/6). Tuntutan ini dibacakan pada sidang lanjutan kasus dugaan penyebaran konten asusila di Pengadilan Negeri Surabaya.

"Menuntut terdakwa Vanessa Angel dengan pidana selama 6 bulan," kata JPU Sri Rahayu. 

Terdakwa Vanessa Angel dianggap melanggar pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “Terdakwa terbukti menyebarkan konten asusila,” terangnya.

Menangapi tuntutan itu, penasihat hukum Vanessa, Abdul Malik  menganggapnya terlalu berat. Sebab, dia menilai selama ini tidak ada saksi-saksi kunci yang dapat dihadirkan.

Tak hanya itu, Malik menganggap beberapa saksi ahli yang dihadirkan pun tidak sesuai fakta persidangan. "Hanya satu saksi IT, dan saksi IT itu juga bohong juga. Dia mengatakan hadir di Polda jam 9.00, ternyata di BAP-nya jam 16.00,” ujarnya. 

Tak hanya itu, Malik dan tim berencana akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) bila memang Vanessa dinyatakan bersalah. Namun, sebelumnya, pihaknya akan merapatkatkan hasil tuntutan itu bersama tim untuk menyusun pledoi.

“Kalau ini dikatakan bersalah, 200 juta masyarakat Indonesia akan sengsara semua, karena chatting pribadi akan membuat suatu orang terpidana. Insya Allah, ada tim lain, kita tunggu putusan ini, kita akan ajukan gugatan review ke MK," pungkasnya.

Saat keluar dari Ruang Sidang Garuda I, Vanessa hanya terdiam. Pandangannya ke bawah seperti biasanya. Sebelum memasuki ruang tahanan, Vanessa sempat memeluk seorang wanita tim kuasa hukumnya berpamitan masuk ke tahanan. (yua/rek)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia