Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Diduga Hasil Curian, Bensin Habis, Motor Vario Baru Dibuang ke Sungai

18 Juni 2019, 14: 57: 18 WIB | editor : Wijayanto

MASIH BARU: Kanit Reskrim Polsek Sidoarjo Ipda Sukarno (foto kanan) melihat kondisi motor usai dievakuasi dari Sungai Gebang (foto kiri).

MASIH BARU: Kanit Reskrim Polsek Sidoarjo Ipda Sukarno (foto kanan) melihat kondisi motor usai dievakuasi dari Sungai Gebang (foto kiri). (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Satu unit motor Honda Vario Nopol W 6620 VS ditemukan tenggelam di Sungai Gebang, Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Gebang, Sidoarjo, Senin (17/6) siang. Diduga motor tersebut adalah hasil curian yang ditinggal pelakunya.

Kanit Reskrim Polsek Sidoarjo Ipda Sukarno menegaskan, dugaan motor itu hasil curian diperkuat dari sejumlah kerusakan pada motor. Di antaranya, kerusakan di bagian lubang kunci motor berwarna merah itu. “Rusak seperti habis dipaksa kunci T. Posisinya juga masih dalam kondisi menyala,” terangnya.

Dia menduga, motor yang masih nampak baru itu ditinggal pelaku karena kehabisan bensin. Pelaku diduga takut tepergok, kemudian menceburkan motor itu ke sungai. “Jok motornya juga seperti sudah dibuka paksa,” imbuhnya.

Selain itu, polisi juga menemukan sebuah kartu servis yang ada di dalam jok motor. Kartu itu tertuliskan nama Muslikah dengan alamat Sidomulyo I/I. “Entah Sidomulyo Kecamatan Buduran atau mana masih belum tahu. Yang jelas nanti kami akan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat untuk menelusuri petunjuk itu,” sebut Sukarno.

Awalnya, motor itu ditemukan pertama kali oleh warga setempat sekitar pukul 13.30. Warga yang sedang memulung sampah itu langsung melapor ke pengurus RT setempat yang diteruskan ke polisi.

Mendapati laporan itu, polisi langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. Dan ternyata benar. Motor itu posisinya masih tercebur di dalam sungai. Polisi dibantu warga langsung mengevakuasi motor ke Mapolsek Sidoarjo.

Polisi mengimbau masyarakat yang mengenal atau merasa memiliki motor itu dapat segera melapor. Diharapkan membawa surat tanda bukti kepemilikan. “Tentunya akan kita serahkan kalau bukti kepemilikannya benar,” pungkasnya. (son/vga)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia