Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Usai Lebaran Kredit Macet Cenderung Naik

18 Juni 2019, 14: 44: 10 WIB | editor : Wijayanto

NAIK: Aktivitas pembayaran kredit di salahsatu leasing pasca lebaran.

NAIK: Aktivitas pembayaran kredit di salahsatu leasing pasca lebaran. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

GRESIK - Sejumlah lembaga pembiayaan otomotif di Gresik mencatat kecenderungan kredit macet pasca Lebaran. Tren ini merupakan hal biasa dan memang terjadi tiap tahun.

Kepala Cabang Adira Gresik, Hafiz Juniono mengungkapkan usai Lebaran rasio kredit bermasalah memang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Namun demikian, dia menganggap hal ini merupakan siklus yang sering terjadi. "NPL (non performing loan/kredit macet, Red) setelah Lebaran biasanya memang lebih tinggi. Ini karena saat lebaran ini banyak pengeluaran yang terjadi,” kata Hafiz di kantornya.

Selain itu, lamanya libur Lebaran juga ikut menjadi pendorong naiknya angka kredit bermasalah. Menurutnya, karena tak ada penagihan dan orang cenderung menggunakan uangnya untuk berlibur atau keperluan lain.

Untuk menekan kredit macet, pihaknya selektif memberikan kredit baik sebelum maupun sesudah Lebaran. Disamping juga dibarengi keseriusan kerja tim penagih mengumpulkan angsuran kredit.

“Biasanya, rasio non-performing financing (NPF) naik 0,2 persen pasca Lebaran. Alasannya, ada sejumlah nasabah membayar angsuran telat, tapi kemudian lancar lagi. Rasio NPF kembali stabil dua-tiga bulan setelah liburan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Astra Credit Company, Abdul Haris membenarkan peningkatan rasio NPF pada multifinance. Menurutnya, peningkatan kredit bermasalah biasanya terjadi karena adanya perubahan pola penggunaan uang.

"Mungkin kalau mau Lebaran orang yang mau angsur cicilan itu uangnya dipakai untuk ongkos mudik dulu lah ya, daripada nggak pulang. Sehingga saat lebaran usai kadang uang sudah habis," ujarnya.

Haris menjelaskan hal ini merupakan siklus normal yang memang terjadi setiap tahunnya. Guna mengatasi hal ini, Sonny mengaku pihaknya akan intens menagih dengan mengingatkan pembayaran angsuran secara tepat waktu baik melalui SMS, menelepon hingga mendatangi langsung. "Kami akan mengingatkan nasabah untuk membayar angsuran sebelum jatuh tempo,” tandasnya. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia