Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Kunjungan UCLG Aspac ke Surabaya

Pembangunan Ruang Publik Jadi Inspirasi Kota Besar Dunia

18 Juni 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

GAYENG: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memandu delegasi UCLG ASPAC saat berkunjung di Command Center, UPTSA Siola, Surabaya, Senin (17/6).

GAYENG: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memandu delegasi UCLG ASPAC saat berkunjung di Command Center, UPTSA Siola, Surabaya, Senin (17/6). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen menambah ruang publik di Kota Pahlawan. Salah satu ruang publik yang baru diresmikan itu adalah Taman Ex Incinerator yang merupakan bagian dari Taman Harmoni Keputih.

Taman seluas 2,8 hektare ini dulunya merupakan eks tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Atas inisiasi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, taman itu kemudian diubah menjadi ruang publik yang indah dan futuristik.

Sekjen United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pasifik (Aspac) Bernadia Irawati Tjandradewi mengapresiasi atas upaya Pemkot Surabaya menyediakan ruang publik bagi masyarakat. Menurutnya, di berbagai negara besar, ruang publik seperti taman sudah sangat jarang ditemui di tengah kota. Karena itu, pihaknya sangat mendukung langkah Pemkot Surabaya menyediakan ruang publik bagi warga kota.

“Memang Surabaya itu sudah menjadi inspirasi untuk kota-kota besar di dunia. Banyak sekali yang sudah dengar tentang Kota Surabaya,” kata Bernadia saat berkunjung ke Taman Ex Incinerator, Keputih Surabaya, Senin (17/6).

Bernadia tak sendiri, dia datang dengan beberapa delegasi UCLG Aspac. Setelah mengunjungi Taman Harmoni, rombongan delegasi UCLG kemudian lanjut mengunjungi Gedung Siola, para tamu diajak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi beberapa lokasi pelayanan publik, seperti Pusat Pelayanan Keluarga (Puspaga), Command Center 112, dan fasilitas publik lainnya seperti Koridor Space.

Pihaknya juga mengapresiasi atas dibangunnya 70 taman baru di Kota Pahlawan. “Impressive (berkesan) sekali, karena rata-rata di kota besar itu ada keterbatasan lahan, tapi karena komitmen sangat tinggi dari seorang leader (Risma, Red), sehingga lahan terus ada untuk disediakan (ruang publik, Red),” ujarnya.

Menurutnya, prioritas pembangunan ruang publik itu tergantung dari kebijakan pemerintah daerah (pemda) setempat. Ia menyebut, kebanyakan di kota-kota besar, pemda lebih memprioritaskan untuk pembangunan mal, hal ini berbeda dengan Kota Surabaya. Makanya, pihaknya sangat mendukung sekali langkah Risma menyediakan ruang publik bagi masyarakat. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia